![]() |
| Capt. Ali Ibrahim |
Ambon,
Untuk pertama kalinya, Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) menggelar kegiatan Workshop tentang sarana keselamatan transportasi untuk wilayah Indonesia Timur di Kota Ambon, Provinsi Maluku.
Workshop ini diselenggarakan oleh Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) asal Australia melalui AMSAT selaku pelaksana program ITSAP di Indonesia ini merupakan dana hibah dari Pemerintah Australia kepada Pemerintah Indonesia melalui kerja sama yang telah dibangun sejak tahun 2008 lalu.
Kegiatan Workshop On Life Saving Appliances On Board Ship Life Raft Stowage & Float Free Arrangement yang dibuka secara resmi oleh Capt. Ali Ibrahim akan berlangsung selama dua hari mulai Senin (5/5), di Swiss Bell Hotel dan kemudian dilanjutkan dengan survei lapangan pada Selasa (6/5).
Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon, Capt. Ali Ibrahim, kepada media ini disela-sela kegiatan menyatakan bahwa workshop ini sangat penting untuk Maluku sebagai daerah kepulauan.
“Karena Provinsi Maluku merupakan daerah maritim dan transportasi laut menjadi salah satu jalan tol yang menghubungkan setiap daerah di wilayah ini,” tandasnya.
Dikatakan Ibrahim, kenapa workshop ini dinilai penting karena menyangkut keselamatan dari para pengguna sarana transportasi itu sendiri sehingga harus benar-benar diperhatikan dalam penerapannya khususnya terhadap kesiapan fasilitas keselamatan yang tersedia di kapal.
“Kami telah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini kepada Kementerian Perhubungan RI agar kegiatan workshop ini bisa diselenggarakan di Ambon dan usul kami diterima dengan baik,” ujarnya.
Alasan yang mendasari usulan tersebut, tambah Ibrahim, karena arus lalu lintas transportasi laut di Ambon dan Maluku pada umumnya cukup tinggi diantaranya kapal-kapal feri penyeberangan dan kapal-kapal penangkap ikan.
“Walaupun sampai saat ini untuk keselamatan dan keamanan transportasi laut di wilayah ini terbilang relatif aman tetapi usulan ini dipandang perlu demi kepentingan mendatang,” tandasnya.
Peserta yang dilibatkan dalam kegiatan ini, lanjut Ibrahim, berasal dari pemerintah maupun pihak swasta yang ada di Provinsi Maluku.
“Jumlah peserta sebanyak 75 orang dengan rincian 38 orang dari Pemerintah sementara yang sisanya dari swasta ditambah dua orang utusan dari KSOP Ternate, Maluku Utara,” rincinya.
Selaku Koordinator KSOP untuk wilayah Maluku, Ibrahim berharap agar semua pihak baik pengguna jasa, penyedia jasa dan pemangku kepentingan keselamatan pelayaran wajib mematuhi aturan-aturan yang ditetapkan demi terjaminnya keselamatan transportasi di wilayah yang dikenal dengan Provinsi Seribu Pulau ini.(ajr)













