Berita Pilihan Redaksi

PDAM Siagakan Petugas Atasi Krisis Air Bersih di Saumlaki

99
×

PDAM Siagakan Petugas Atasi Krisis Air Bersih di Saumlaki

Sebarkan artikel ini

Direktur PDAM Tanimbar Ronnye Oktovianus The
Dirut PDAM Kepulauan Tanimbar, Ronnye Oktovianus The

Saumlaki, Dharapos.com – Direktur Utama Perusahaan Air Minum
Daerah (PDAM) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ronnye Oktovianus The menyatakan
pelayanan air bersih di Saumlaki dan sejumlah desa di kecamatan Tanimbar
Selatan, terkendala akibat kemarau panjang hingga debit air berkurang.

Ronnye yang diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (11/10/2020)
siang itu menyebutkan bahwa kondisi kekeringan di wilayah kecamatan Tanimbar
Selatan ini sama persis dialami oleh sejumlah cabang PDAM di kecamatan Selaru,
Tanimbar Utara serta di Wermaktian.

“Sebenarnya kejadian ini bukan baru terjadi. Setiap
tahun pada musim begini memang PDAM mengalami persoalan yang rumit. Sebab
kemarau panjang dan curah hujan yang sedikit menyebabkan debit air berkurang.
Itulah masalahnya,” akuinya.

Kekeringan ini, kata Ronnye, mulai terjadi sejak Agustus dan
diperkirakan akan terus berlanjut hingga Januari 2021 mendatang.

Akibat kurangnya debit air ini, PDAM di wilayah Tanimbar
Selatan menyiagakan petugas untuk membagi distribusi air secara merata di
sejumlah wilayah.

Pelayanan air bagi warga dilakukan di setiap wilayah sesuai
jadwal yakni sekali dialirkan air hanya dalam waktu satu hingga dua jam per
hari.

Skema pembagian air pun tidak berubah. Jika air banyak,
waktu bagi air bisa dua jam, tetapi kalau di bak penampung hanya tersedia
sedikit air maka penyalurannya hanya satu jam.

Ia menyatakan akan ada penanganan yang ekstra ketat untuk
pembagian dan penampungan air.

“Petugas PDAM sedang berusaha semaksimal mungkin untuk
bagaimana menampung dan membagi air secara merata kepada seluruh pelanggan
termasuk menunggu hingga larut malam” sambungnya.

Meski begitu, Ronnye mengaku ada beberapa wilayah yang tidak
terjangkau lantaran tekanan air yang sangat rendah sehingga tidak sampai ke
wilayah empat yang berlokasi di desa Olilit dan beberapa tempat lainnya.

Dijelaskannya, bak penampung PDAM  menampung ratusan
kubik, namun jika tidak terisi penuh maka tekanan air tidak bisa mendorong
hingga wilayah yang jauh.

Untuk mengatasinya, Ronnye berjanji sedang berupaya untuk
membeli satu unit pompa pendorong untuk bisa mendorong air ke bak penampungan
agar bisa terbagi dengan baik.

“Mudah-mudahan di bulan Desember air bisa teraliri
dengan baik. Kita sedang berupaya membeli pompa pada Desember ini,”
tambahnya.

Sementara untuk menangani krisis air bersih di sejumlah
cabang, pihaknya akan terjun kelapangan guna mengecek kendala yang dihadapi
untuk segera dilakukan penanganan.

Sesuai pantauan, masyarakat di wilayah kota Saumlaki dan
sejumlah desa yang dilayani PDAM terus mengeluh dengan keterbatasan pelayanan
air bersih dari PDAM.

Di wilayah Olilit Barat misalnya, para pelanggan menuturkan
kondisi ini bukan baru terjadi semenjak Agustus namun sudah sejak Juli 2020.

“Kami berharap, secepatnya kondisi ini ditangani karena
kami mengalami kekeringan ini sudah berbulan-bulan” kata Wawan, seorang
pelanggan PDAM.

(dp-47)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *