Ambon, Dharapos.com – Empat desa/negeri di Kota Ambon masuk dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Ely Toisutta usai mengikuti Sosialisasi Kampung Nelayan Mereka Putih 2026 Wilayah Provinsi Maluku di lantai II kantor Gubernur setempat, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan itu dipimpin Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap KKP RI Komjen Pol. (Purn) Lotharia Latief.
Keempat negeri tersebut yakni Negeri Laha, Latuhalat, Rutong dan Dusun Seri.
“Itu semua sudah disurvei dan sudah dilakukan verifikasi terkait keabsahan dan legalitas dari tanah yang ada. Semua clear and clean,” ungkapnya.
Wawali Ely berharap dukungan masyarakat agar pembangunan itu bisa berjalan sesuai yang telah direncanakan Pemerintah pusat.
Diterangkannya, Dirjen Perikanan Tangkap KKP RI sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan di Dusun Seri dan tiga negeri lainnya. Kemudian sudah diverifikasi oleh tim dan dinyatakan memenuhi syarat standar yang ditetapkan.
“Di bulan Mei sudah bisa dilakukan pembangunan,” jelasnya .
Ely berharap, pembangunan pada empat wilayah itu dapat segera dilakukan karena tidak ada kendala administrasi.
Menurutnya, kampung nelayan dirancang dengan sarana dan prasarana pendukung seperti cold storage, pabrik es, bengkel, UMKM dan koperasi merah putih. Semua terintegrasi dan akan dikelola oleh desa setempat.
Sementara itu, Lotharia Latief mengatakan, salah satu syarat penting dilakukannya pembangunan Kampung Nelayan Merah-Putih adalah lahan yang tersedia. Lahan tersebut harus betul-betul “clear and clean”.
“Lahan itu harus betul-betul ‘clear and clean’. Biasanya di daerah timur, lahan ini yang ada kendala. Contoh di Tual dan di Buru kan tidak ada masalah. Jadi langsung kita bangun. Bahwa itu milik Pemda langsung kita bangun,” jelas mantan kapolda Maluku itu.
Pihaknya berterima kasih kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, dan Pemerintah daerah kabupaten/kota, karena program Kampung Nelayan Merah Putih sudah bisa berjalan dengan baik khususnya di Tual dan Buru.
“Tadi saya dikirimi WA dari Wakil Wali Kota Tual prosesnya sudah jalan. Ada tujuh ton mereka sudah proses. Ini kan suatu perubahan yang sangat baik,” tukasnya.
(dp-19)













