Dobo, Dharapos.com – Bupati Timotius Kaidel memimpin Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke 81 Tahun yang berlangsung di lapangan upacara kantor Pemerintah Kepulauan Aru, Jalan Pemda, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Dobo, Senin (1/6/2026)
Upacara peringatan yang dimulai pukul 08.00 WIT mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
Perwira upacara dijabat Danramil 1503-03/Dobo Kapten Inf. Eddy Pattinama dengan Komandan Upacara Letda Inf. M. Thohry Thohir, S.Tr.Han dari Kipan C Yonif TP 912/JS Brigif TP 39.
Turut hadir, Wakil Bupati Mohamad Djumpa, Sekretaris Daerah Jacob Ubjaan, S.Sos., Wakapolres Kompol Djesy Batara, S.Sos., Wadanyon TP Kapten Inf. Adam Prawira, Dansubdenpom Persiapan Kapten Cpm (K) Wanunu Adam, Danpos AU Letda Lek Surya Darmawan, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran di lingkup Pemkab Kepulauan Aru.
Peserta upacara terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, Dishub, dan ASN Kabupaten Kepulauan Aru.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan pasukan, kedatangan inspektur upacara, penghormatan pasukan, pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembacaan UUD 1945, amanat, hingga doa penutup.
Kepala BPIP RI dalam amanat yang dibacakan, Bupati Timotius Kaidel menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, tema peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Kepala BPIP menyampaikan pula bahwa di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik, Indonesia tetap mampu berdiri kokoh sebagai bangsa yang mempersatukan keberagaman lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan suku bangsa dalam satu ikatan kebangsaan.
“Pancasila adalah jangkar moral bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung di dalamnya menjadi instrumen penting dalam membangun perdamaian dan menjembatani perbedaan,” ujarnya.
Kepala BPIP juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengingatkan para pemimpin daerah agar setiap kebijakan publik yang diambil berlandaskan nilai keadilan sosial dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak persatuan bangsa. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa oleh Andika Bhayangkari, dilanjutkan laporan Komandan Upacara dan penghormatan pasukan. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 08.45 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 ini, diharapkan seluruh elemen bangsa semakin meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa sekaligus fondasi dalam mewujudkan perdamaian dunia.
(dp-31)













