Ambon, Dharapos.com – Maraknya isu provokatif yang beredar di tengah masyarakat mendapat perhatian Ketua DPD GASMEN Maluku, Rifki Derlen. Ia mengajak pemerintah, aparat keamanan, pemuda, dan seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.
Rifki menilai, perkembangan teknologi dan media sosial membuat sebuah informasi dapat menyebar dengan cepat. Jika tidak disikapi secara bijak, informasi yang tidak terverifikasi, ujaran kebencian maupun narasi provokatif dapat memicu kesalahpahaman dan berujung pada gangguan keamanan.
Karena itu, ia meminta masyarakat menjadikan persatuan dan kerukunan sebagai benteng bersama dalam menghadapi berbagai isu yang berpotensi memecah belah.
“Kami mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas. Jangan sampai ada pihak-pihak yang sengaja memecah belah persatuan yang selama ini telah kita bangun bersama,” ujarnya.
Menurut Rifki, keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab TNI dan Polri. Pemerintah dan masyarakat juga memiliki peran penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Ia menegaskan GASMEN Maluku siap mengambil bagian sebagai mitra strategis pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah.
“Stabilitas keamanan merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah, pertumbuhan ekonomi, serta terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Rifki mengingatkan, masyarakat tidak boleh memberikan ruang bagi pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan perbedaan untuk menciptakan konflik. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi dan harus diselesaikan melalui dialog serta musyawarah.
“Kita harus menunjukkan kepada Indonesia bahwa Maluku adalah rumah yang aman, damai, dan penuh persaudaraan. Kami mendukung penuh langkah-langkah pemerintah bersama TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan daerah,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media digital. Setiap informasi yang diterima, kata Rifki, sebaiknya diverifikasi terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada orang lain.
“Jangan sampai jempol kita menjadi sumber masalah. Saring sebelum sharing dan jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” pesannya.
Rifki berharap seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat semangat persaudaraan dan bersama-sama menjaga Maluku tetap aman, damai, serta kondusif.
Baginya, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Maluku.
(dp-53)













