Daerah

Satgas Covid-19 Malra Minta Masyarakat Dukung Karantina Pelaku Perjalanan

65
×

Satgas Covid-19 Malra Minta Masyarakat Dukung Karantina Pelaku Perjalanan

Sebarkan artikel ini
Kadiskes Malra dr Ketty N
Kepala Dinkes Malra dr. Katrinje Notanubun

Langgur, Dharapos.com – Kepala Dinas Kesehatan Maluku
Tenggaa (Malra), dr. Katrinje Notanubun mengatakan sesuai kesepakatan bersama
antara Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Malra dan Kota Tual
bersama Forkopimda pada tanggal 14 April 2020 lalu, telah disepakati bahwa yang
turun di pelabuhan Yos Sudarso Tual adalah penumpang yang memiliki KTP Malra
dan Kota Tual.      
“Jika ada penumpang yang ke Dobo atau ke daerah lainya tidak
diizinkan untuk turun dari kapal ke pelabuhan,” ujarnya saat konfrensi pers di
Langgur, Rabu (15/4/2020).
Diketahui, penumpang yang tiba di pelabuhan Tual dengan KM.
Nggapulu kebanyakan berasal dari daerah yang terpapar Covid-19 (zona merah),
sehingga hasil rapat bersama tersebut menyepakati dilakukan karantina
terpusat.     
“Dari hasil rapat, kami gugus tugas dan pimpinan
Forkopimda bersepakat supaya semua pelaku perjalanan di Maluku Tenggara
dikarantinakan terpusat pada satu tempat khusus,” ucapnya.
dr. Notanubun berharap adanya kerja sama yang baik dari
warga masyarakat, lebih khusus pelaku perjalanan, agar tidak terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan.                   
“Kami tenaga kesehatan (medis) sebenarnya bukan garda
terdepan , kami adalah garda belakang karena yang terdepan adalah masyarakat
itu sendiri. Masyarakatlah yang melakukan pencegahan, kami yang melakukan
penanganan,” tandasnya.
Menurutnya, yang dilakukan oleh Tim Satgas Covid-19 selama
ini adalah tindakan-tindakan  preventif
pencegahan.
“Kami para medis ingin agar pencegahan ini dapat dilakukan
oleh semua pihak dengan baik, karena kalau sudah sampai tahapan penanganan di
rumah sakit maka ini memerlukan penanganan khusus, sedangkan tenaga kesehatan
disini terbatas,” tuturnya.
dr. Notanubun mengungkapkan, pihaknya akan memperkuat lagi
sistem internal untuk maksimal dalam mengontrol para pelaku perjalanan di
lokasi karantina mandiri.
“Kapal laut sudah tidak jalan lagi maka sekarang kami fokus
pada bandara,” pungkasnya.

(dp-52)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *