Daerah

Ibadah Paskah Tahun Ini di Namar Berbeda Dari Biasanya

106
×

Ibadah Paskah Tahun Ini di Namar Berbeda Dari Biasanya

Sebarkan artikel ini
Ibadah Paskah di Namar
Momen ibadah perayaan Paskah di stasi pusat Paroki Namar, Sabtu (11/4/2020) malam   

Langgur, Dharapos.com – Perayaan malam Paskah tahun ini di Kabupaten
Maluku Tenggara berlangsung dalam suasana hening, yang diterangi lilin
dan obor.                
Momen itu, sesuai pantauan Dharapos.com, terlihat pada giat
ibadah di salah satu stasi pusat Paroki Namar.                     
Perayaan diawali dengan penyalaan dan pemberkatan lilin Paskah
oleh Pastor dan diteruskan oleh Dewan Stasi kepada umat di kediamannya
masing-masing.              
Suasana berbeda dirasakan umat karena untuk pertama kalinya
perayaan Misa Malam Paskah diikuti  dari
kediaman masing-masing lewat toa gereja, live streaming di hp dan siaran
langsung melalui tv kabel.
Dalam kotbahnya, Pastor Hans Rettob mengawalinya dengan
mengucapkan selamat Paskah yang langsung dijawab umat serentak dari rumah
masing-masing.
Dia mengingatkan umat agar tidak takut dan cemas menghadapi
situasi dan kondisi yang sementara berlangsung dengan adanya wabah virus Corona.                 
“Kita jangan takut dan cemas karena Tuhan akan melihat
dan akan hadir dalam kehidupan kita untuk semua masalah yang dihadapi saat ini,”
pesannya.                
Dalam cahaya Kristus pada perayaan malam ini, Pastor Hans melontarkan
pertanyaan tentang ketakutan terhadap Corona.
“Maka malam ini, kita semua diajak datang untuk berjumpa
dengan Yesus maka semua kekawatiran itu akan hilang,” tandasnya.
Seusai ibadah, Jack yang juga salah satu umat di pastori setempat
mengaku dirinya prihatin dengan kondisi sekarang yang sedang dihadapinya terlebih
khusus dalam perayaan Paskah untuk tahun ini yang terasa lain.                             
“Saya sangat prihatin karena kekusyukan dalam ibadah tahun
ini sama sekali tidak ada karena banyak prosesi misa yang dihilangkan,” akuinya.                 
Jack mengaku jika dirinya secara pribadi dan umat lainnya dirasakan
beda suasana saat ikut ibadah di gereja dan dirumah.
“Karena pada saat di gereja kita bisa menerima komuni suci
tetapi kalau di rumah tidak,” bebernya.
Kendati demikian, Jack memaklumi itu akibat diberlakukannya
Sosial Distancing dalam perayaan ibadah misa dan tempat ibadah lainnya menyusul
merebaknya virus Covid-19.

(dp-52)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *