![]() |
| Bangunan yang dijadikan lokasi usaha Karaoke Venesia |
Tual, Dharapos.com
Warga masyarakat kembali mendesak Pemerintah menutup aktivitas tempat hiburan Karaoke Venesia yang terletak di kawasan Un, Kelurahan Lodar El, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual.
Pasalnya, keberadaan dan aktivitas tempat hiburan tersebut oleh warga setempat dinilai sudah sangat mengganggu hingga akhirnya muncul desakan agar yang berkaitan dengan tempat hiburan atau karaoke tak boleh ada di kawasan itu alias ditutup.
Perlu diketahui, kawasan Un merupakan salah satu wilayah di Kota Tual yang dipenuhi pemukiman penduduk ditambah dengan keberadaan sejumlah lembaga pendidikan mulai tingkat SD – SLTA hingga sejumlah gedung perkantoran.
Kepada Dhara Pos, salah satu warga, JR menuturkan tempat hiburan atau karaoke seperti Venesia dan Mitra tak layak berada di kawasan Un.
Menurutnya, keberadaan tempat hiburan ini berikut aktivitasnya sangat mengganggu ketenteraman warga karena ada di tengah-tengah pemukiman penduduk.
“Makanya sudah seharusnya tempat-tempat seperti ini di tutup atau dipindahkan dari Un,” tegas JR, Selasa (13/2).
Kemudian lagi, dirinya beralasan bahwa ada beberapa tempat ibadah yang jaraknya lebih kurang 100 meter dari lokasi tempat hiburan begitu pula jarak antara lokasi tempat karaoke dengan sekolah yang hanya berkisar 20 meter.
“Apakah tempat-tempat haram tersebut harus di biarkan begitu saja? Saya kira pihak Pemerintah Kota Tual melalui instansi terkait harus secepatnya menyikapi persoalan ini,” desak JR.
Ia mengakui, jika warga sudah cukup lama bersabar terhadap keberadaan tempat hiburan atau karaoke tersebut yang dinilainya sangat mengganggu ketenteraman mereka.
Karena itu, jika Pemkot tidak segera menjawab keluhan warga, maka pihaknya akan menggelar aksi penolakan.
“Bila perlu kami akan tutup paksa, karena kami sangat terganggu sekali dengan aktivitas mereka (tempat hiburan, red) apalagi pada malam hari saat mau tidur,” kesal JR.
Ia kemudian membandingkan tempat hiburan yang berada di kawasan Mangon dan areal Patung Tete Jhon yang lokasinya jauh dari pemukiman penduduk telah ditutup pihak Satuan Polisi Pamong Praja setempat.
“Apa pula yang jelas-jelas berada di tengah-tengah pemukiman penduduk seperti ini bahkan sudah sangat mengganggu ketenteraman warga,” herannya.
JR bahkan menuding ada pihak-pihak atau oknum tertentu yang sengaja memanfaatkan usaha tempat hiburan tersebut untuk mengais rezeki demi mengeruk keuntungan pribadi.
“Jangan-jangan para pemilik usaha tersebut sudah dijadikan sebagai ATM berjalan alias setoran lancar sehingga mereka tak berani menutupnya. Sementara kami warga masyarakat sudah sangat terganggu sekali bahkan kami juga khawatir akan berdampak pada anak gadis kami yang selama ini turut menjadi beban pikiran kami. Belum lagi banyak guru yang mengeluh atas hal ini,” cetusnya.
Untuk itu, tegas JR, dirinya kembali mendesak pihak Pemkot untuk sesegera mungkin menindaklanjuti keluhan warga.
“Intinya kami meminta untuk ditutup atau dipindahkan dari Un. Dan juga sebentar lagi kita akan segera
memasuki perayaan hari besar umat Kristiani sehingga jangan sampai ada lagi pembiaran terhadap keberadaan tempat hiburan ini,” tegasnya.
JR meminta kepada Wali Kota Tual Adam Rahayaan S.Ag, M.Si serta dinas terkait serta Satuan Pol PP Kota Tual untuk segera mentutup sekaligus tidak lagi mengeluarkan izin operasional karena dampaknya sangat besar kepada masyarakat.
Ia juga meminta pihak DPRD Kota Tual untuk turun meninjau sejumlah lokasi bisnis hiburan malam yang terletak di seputaran belakang kantor Wali Kota setempat.
JR tetap mengancam jika Pemkot dan DPRD Tual tidak segera menyikapi keluham masyarakat maka dirinya akan memimpin warga setempat akan melakukan Aksi demo sekaligus akan melakukan sasi di tempat lokasi tempat hiburan tersebut.
“Makanya kami minta Pemkot segera mengambil sikap tegas untuk menutup Karaoke Venesia,” tegasnya.
(dp-20)













