Utama

Inpex Tutup Program Pelatihan Bahasa Inggris di MTB

34
×

Inpex Tutup Program Pelatihan Bahasa Inggris di MTB

Sebarkan artikel ini
Inpex Tutup program %25283%2529
Acara penutupan program pelatihan bahasa Inggris oleh INPEX Masela yang berlangsung di Balai Pembinaan Umat Saumlaki, Selasa malam (31/1)  

Saumlaki, Dharapos.com
Setelah menutup salah satu program investasi sosialnya (Social Investment Programe) terkait pertanian organik yang telah dicanangkan sejak 2010 lalu untuk membantu masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), langkah yang sama juga dilakukan INPEX Masela Ltd. pada program lainnya.

Perusahaan migas asal Jepang yang adalah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok Migas Abadi Masela di MTB ini, menutup program pelatihan bahasa Inggris, yang berlangsung  di Balai pembinaan umat Saumlaki, Selasa malam (31/1).

Perlu diketahui, walau belum beroperasi, INPEX Masela Ltd. tercatat terus melakukan program investasi social di sekitar daerah operasinya seperti social investment SKK MIGAS-INPEX yakni program pelatihan bahasa Inggris yang ditujukan untuk siswa SD, SMP, SMA/SMK, mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Saumlaki (STKIP) milik Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki, para guru, dan PNS di lingkungan Pemkab MTB.

Program ini bekerja sama dengan Yayasan LIA yang telah berpengalaman selama 69 tahun dalam memberikan layanan pelatihan bahasa Inggris kepada semua lapisan masyarakat.

English Training Program ini berlangsung selama 5 bulan mulai September 2016 hingga Februari 2017 dengan total peserta pelatihan yang berjumlah  150 orang.

“Tujuan program pelatihan bahasa Inggris ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris bagi masyarakat Maluku Tenggara Barat  agar dapat bersaing dalam menghadapi tantangan global,” ungkap Land Acquisition and Social performace (LA & SP Manager) INPEX, Puri Minari dalam sambutannya pada acara penutupan program tersebut.

Turut dihadiri perwakilan SKK MIGAS Papua – Maluku, Pemkab MTB, sejumlah kepala SD, SMP, SMA, STKIPS dan orang tua siswa.

Siswa SD, SMP, dan SMA, lanjut dia, diharapkan mampu menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dan mengakses informasi yang mereka butuhkan untuk menambah pengetahuan.

Begitu juga, mahasiswa STKIP dan guru dibekali dengan keterampilan berbahasa melalui materi-materi TOEFL dan teknik-teknik mengajar yang bertujuan meningkatkan kompetensi kebahasaan dan pengajaran.

“Demikian pula dengan para PNS dibekali dengan keterampilan berbahasa melalui materi TOEFL yang diharapkan dapat membantu mereka yang akan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan juga materi conversation untuk memperlancar percakapan sehari-hari,” lanjut Puri.

Dirincikan, bahwa program pelatihan ini dilaksanakan di 3 tempat yaitu di SMP Santo Paulus untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK, dan guru.

Kemudian di kampus Lelemuku untuk mahasiswa STKIP, dan di kantor Bupati MTB untuk PNS.

Inpex Tutup program %25284%2529
Puri Minari dan Donny Rijaludin dari Tim INPEX, Dolmince (SKK Migas Pamalu) bersama Ketua dan Sekretaris YPT-RLS serta Ketua STKIPS, STIA dan STIESA saat mengunjungi laboratorium komputer dan bahasa di kampus Lelemuku yang biasanya digunakan sebagai tempat pelatihan Bahasa Inggris bagi mashasiswa oleh Yayasan LIA  

Selain itu, program ini juga memberikan pelayanan kepada masyarakat umum yang ingin belajar bahasa Inggris secara gratis di perpustakaan Saumlaki melalui English Corner, bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip daerah setempat.

Tak ketinggalan, tim pengajar dari LIA mengadakan beberapa kegiatan seperti kursus bahasa Inggris, konsultasi untuk guru, TOEFLclinic, dan movie discussion.

Kegiatan di English Corner juga mendapat respons yang cukup baik terutama dari anak-anak yang berasal dari daerah yang minim fasilitas dan tenaga guru bahasa Inggris seperti desa Olilit Timur dan desa Bomaki, di kecamatan Tanimbar Selatan.

“Selama program pelatihan, tim pengajar LIA mengaplikasikan metode pembelajaran yang komunikatif dan interaktif.  Materi-materi pembelajaran disampaikan melalui diskusi kelompok, games, media audio visual, field trip dan aktivitas-aktivitas menarik lainnya, ‘ katanya.

Puri juga menambahkan bahwa terlepas dari segala kekurangan dan tantangan yang harus dihadapi, English Training Program yang digagas oleh SKK Migas-INPEX ini telah berkontribusi mewarnai kehidupan sebagian warga MTB melalui kegiatan pembelajaran yang positif.

Ke depan diharapkan akan tumbuh semangat lifelong learning (belajar sepanjang masa) dan autonomous learning (belajar mandiri)  di kalangan masyarakat Maluku Tenggara Barat, khususnya para peserta program pelatihan bahasa Inggris ini.

“Sehingga mereka akan terus belajar dengan atau tanpa bantuan dari pihak manapun,” pungkasnya.

Agustinus Songopnuan, salah satu perwakilan orang tua peserta pelatihan dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi, ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada SKK Migas dan
INPEX yang telah peduli terhadap masyarakat MTB melalui program itu.

Dirinya berharap agar program pelatihan itu masih akan dilanjutkan di waktu mendatang.

Di saat yang sama, Dolmince Karsau, Perwakilan SKK Migas wilayah Papua dan Maluku dalam sambutannya mengapresiasi program-program investasi social yang dilakukan selama ini oleh INPEX Masela Ltd. kepada masyarakat di MTB dimana salah satunya adalah pelatihan bahasa Inggris ini.

Selain itu, pihak SKK Migas juga berterima kasih kepada Pemerintah Daerah MTB dan masyarakat yang sudah menyambut baik dan mendukung program-program INPEX selama ini.

“Kami berharap kiranya apa yang dilakukan oleh INPEX ini benar-benar bermanfaat bagi masa depan anak-anak dan masyarakat pada umumnya di kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat ini¡,” tukasnya.

Pantauan Dhara Pos saat kegiatan tersebut dimeriahkan juga dengan pertunjukan kehebatan para siswa SD dan SMP dalam bercerita, berdiskusi, mementaskan drama, menyanyi, dan berdoa dalam bahasa Inggris hingga berakhir dengan acara makan bersama.


(dp-18)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *