Daerah

Disperindag Tual Awasi Penjualan Mitan Murah

59
×

Disperindag Tual Awasi Penjualan Mitan Murah

Sebarkan artikel ini

Disperindag Tual Awasi Jual Mitan Murah
Disperindag Kota Tual awasi langsung penjualan minyak tanah murah kepada masyarakat

Tual, Dharapos.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)
Kota Tual melakukan pengawasan terhadap penjualan minyak tanah (mitan) murah di
wilayah itu.

Penjualan dibawah harga normal tersebut sebagai upaya
Pemerintah setempat mengatasi kelangkaan mitan

Pasalnya, belakangan ini masyarakat di wilayah itu mengalami
kesusahan untuk mendapatkan mitan.

Pantauan media ini, Selasa (3/11/2020), di dampingi TNI –
POLRI, kerja sama Disperindag Kota Tual bersama Hiswana Migas, dan Pertamina
melakukan penjualan mitan murah dengan kapasitas mobil tangki 4000 liter yang dimulai
dari pukul 09.00 WIT.

Tim kemudian berpindah-pindah tempat dengan durasi waktu 1
jam yang dimulai dari kompleks wearhir.

Dalam proses penjualan, pembeli diwajibkan mengikuti
beberapa instruksi yakni menggunakan masker, mendatakan diri kepada agen, dan
diberikan batasan yakni 1 KK hanya boleh membeli 10 liter dengan harga Rp3.200,-/liter.

Kepala Disperindag Kota Tual Darnawati Amir menyampaikan,
penjualan mitan murah akan dilakukan secara berkala selama terjadinya kelangkaan
sebagai salah satu upaya Pemerintah menanggapi krisis ini.

“Beberapa faktor penyebab terjadinya kelangkaan minyak
tanah yakni fenomena Covid-19 yang menyebabkan masyarakat beralih profesi
dimana aktivitasnya menggunakan minyak tanah yakni profesi non-pangan ke pangan,”
jelasnya.

Selain itu, lanjut Kadis, kelangkaan juga dikarenakan
penggunaan mitan untuk alat transportasi baik di darat maupun di laut.

“Sebenarnya penggunaan minyak tanah untuk alat
transportasi sudah dilarang melalui peraturan Presiden. Untuk itu, kita
berharap kedepannya bantuan sarana transportasi sudah tidak menggunakan minyak
tanah lagi,” harapnya.

Kadis juga menyampaikan terkait upaya pemerintah menyelesaikan
krisis tersebut.

“Kami akan berupaya agar masalah minyak tanah ini dapat
kita selesaikan pada Januari 2021. Pada saat itu tidak ada lagi krisis minyak
tanah,” tandasnya.

Kadis menambahkan, dengan penjualan mitan yang akan
disalurkan sekitar lebih kurang 20.000 liter sesuai kuota ini akan sedikit
membantu mengatasi masalah kebutuhan masyarakat Kota Tual khususnya.

(dp-52)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *