Daerah

DPC Partai Golkar Kepulauan Aru Kini Ibarat Mobil Mogok

44
×

DPC Partai Golkar Kepulauan Aru Kini Ibarat Mobil Mogok

Sebarkan artikel ini
Bendera Golkar
Bendera Partai Golongan Karya

Dobo, Dharapos.com
Kevakuman  aktivitas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Aru hingga saat ini yang diibaratkan bagaikan mobil mogok, membuat  sejumlah pihak angkat bicara.

Salah satunya datang dari Yan Apalem yang juga Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMGP) setempat.

Kinerja sang Ketua, Jemi Siarukin dan Sekretaris DPC Golkar Aru, Marten Tuhumuri langsung menjadi sasaran sorotannya.

“Selama Partai Golkar dipimpin Siarukin, tidak pernah sekalipun membuat rapat organisasi, tetapi sebaliknya yang bersangkutan malah lebih mementingkan urusan pribadi,” kecamnya kepada Dhara Pos, Senin (27/2).

Kondisi yang sama juga ditunjukkan Sekretaris DPC Golkar Aru Marten Tuhumuri.

“Saudara Marten Tuhumuri juga sama saja karena mereka berdua berjalan sendiri-sendiri tanpa ada tujuan dan niat yang baik untuk membesarkan Partai Golkar di Kabupaten Aru saat ini,” beber Apalem.

Menurutnya, Tuhumuri yang sekarang duduk di kursi DPRD Aru pun seakan tidak peduli untuk bagaimana bisa membuat rapat partai sebagai langkah konsolidasi partai dalam rangka persiapan pesta demokrasi pemilihan Gubernur Maluku 2018 dan Pileg 2019.

“Intinya untuk bagaimana melakukan berbagai terobosan maupun strategi dalam upaya meraih kursi di DPRD atau minimal mempertahankan kursi yang sudah ada,” lanjutnya.

Namun kenyataannya tidak seperti itu, malah mereka berdua lebih mementingkan urusan pribadi dibanding membesarkan Partai.

Apalem pun mengaku kuatir dengan kondisi mesin parpol yang sama sekali tidak bergerak.

“Itu tadi yang saya bilang ketua jalan lain, sekretaris jalan lain tanpa melihat pengalaman kegagalan partai
Golkar saat momen Pemilihan legislatif lalu dimana raihan dua kursi sebelumnya turun menjadi satu sehingga berpengaruh besar terhadap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung saat 2015 lalu,” bebernya.

Apalem mengaku menyayangkan perilaku Siarukin yang tidak selaras atau seiring sejalan dengan cita-cita partai.

“Yang lebih disayangkan lagi, kalau ketua sudah tidak peduli dengan partai maka coba Sekretaris berperan atau bagaimana bersikap? Tapi ini malah dua-duanya duduk bengong seperti tidak tahu partai ini arahnya mau dibawa kemana,” keluh dia.

Dengan kata lain, kepengurusan DPC Partai Golkar di kabupaten berjuluk “Bumi Jargaria” ibarat mobil yang lagi mogok di tengah jalan.

“Dan kalaupun sudah mogok di jalan coba sopirnya segera berupaya mencari tahu apa penyebab kerusakan dan memperbaikinya tapi ini malah duduk bengong dan tidak tahu apa yang harus dibuat,” tegasnya.

Karena itu, demi mengembalikan eksistensi partai, Apalem mendesak pihak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Provinsi Maluku segera turun tangan mengatasi persoalan ini.

“Sudah saatnya mereka berdua diganti dari posisi mereka dan digantikan dengan figur kader partai Golkar yang baru,” desaknya.

Apalem juga meminta pihak DPD Partai Golkar Maluku mengambil sikap tegas untuk segera menunjuk kareteker DPC Golkar Aru yang akan bertugas sebagai langkah awal memulihkan roda organisasi.

“Dan kalau tidak ada sikap tegas dari DPD Partai Golkar Provinsi Maluku maka saya yakin partai Golkar di Aru akan mati suri,” tukasnya.


(dp-31)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *