Politik dan Pemerintahan

DPRD Maluku Soroti Minimnya Fasilitas di Pelabuhan Yos Sudarso Jelang Nataru

56
×

DPRD Maluku Soroti Minimnya Fasilitas di Pelabuhan Yos Sudarso Jelang Nataru

Sebarkan artikel ini
Posko 768x576 1

Ambon, Dharapos.com – Komisi III DPRD Maluku menyoroti belum optimalnya kesiapan fasilitas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, usai melakukan peninjauan lapangan bersama sejumlah pihak terkait, Selasa (16/12/2025).

Menurut Alhidayat, kepadatan penumpang di Pelabuhan Yos Sudarso terjadi karena banyak penumpang dari luar provinsi yang harus transit sambil menunggu jadwal kapal lanjutan.

“Penumpang di Yos Sudarso ini banyak karena mereka berasal dari luar provinsi dan harus transit. Ada yang bisa pulang ke keluarga, tapi banyak juga yang tidak memiliki keluarga di Ambon sehingga terpaksa bermalam di pelabuhan,” kata Alhidayat.

Ia menilai, fasilitas dasar seperti toilet, tempat mandi, tenda penampungan, hingga pos pengaduan seharusnya sudah dipersiapkan sejak awal. Namun, kondisi di lapangan dinilai belum maksimal.

“Laporan yang kami terima seolah-olah semua sudah siap, tapi kenyataannya di lapangan belum. Tanggal 16 Desember belum siap apa-apa, padahal puncak arus Natal mulai 17 Desember,” tegasnya.

Alhidayat mengaku kecewa karena banyaknya keluhan penumpang, mulai dari keterbatasan toilet, tidak tersedianya tempat berteduh, hingga praktik calo tiket yang semakin meresahkan.

“Hal-hal sederhana seperti toilet, tempat mandi, dan tenda seharusnya sudah dipikirkan dari awal. Untung bukan musim hujan, kalau hujan kondisinya bisa jauh lebih parah,” ujarnya.

Ia juga meminta agar seluruh pos pengamanan Natal segera diaktifkan guna menampung dan menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan cepat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Mohammad Malawat, mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam kesiapan fasilitas di Pelabuhan Yos Sudarso.

“Kami menemukan kondisi di lapangan memang belum siap sepenuhnya. Lahan sempit dan jumlah toilet terbatas. Ini akan segera kami koordinasikan, termasuk penambahan tenda dan toilet portable,” kata Malawat.

Ia menjelaskan, penumpang yang menginap di pelabuhan bukan hanya terjadi saat Nataru, melainkan sudah menjadi persoalan tahunan. Hal tersebut menjadi catatan penting dalam rencana pengembangan pelabuhan ke depan.

“Banyak penumpang tidak memiliki biaya atau ditolak penginapan karena barang bawaan. Masalah ini sudah lama kami sampaikan dan akan diperhitungkan dalam desain pelabuhan yang baru,” jelasnya.

Malawat memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR, Pelindo, BNPB, serta aparat keamanan untuk penambahan fasilitas dan pengamanan.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Dalam waktu dekat, fasilitas tambahan akan segera disiapkan, khususnya di Pelabuhan Yos Sudarso,” pungkasnya.

(dp-53)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *