![]() |
| Penyerahan bantuan mesin penggiling padi kepada kelompok Dalam Lesse oleh Land Acquisition and Social performace (LA & SP Manager) INPEX, Puri Minari |
Saumlaki, Dharapos.com
INPEX Masela Ltd. akhirnya menutup salah satu program investasi sosialnya (Social Investment Programe) yakni program pertanian organik yang telah dicanangkan sejak 2010 lalu untuk membantu masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).
Meski belum beroperasi, namun perusahaan migas asal Jepang, INPEX Masela Ltd. ini terus melakukan berbagai program investasi sosial di sekitar daerah operasinya.
Salah satu aspek strategis yang telah dilakukan oleh INPEX Masela, Ltd dalam upaya pemberdayaan masyarakat adalah memfasilitasi pengembangan pertanian organik yang lebih ramah lingkungan di kabupaten berjuluk “Duan Lolat” ini sejak tahun 2013.
Lokasi pelaksanaan Program Pertanian Organik yaitu di Desa Kabiarat dan Desa Wowonda, Kecamatan Tanimbar Selatan dengan pelaksana teknis program ini yaitu Yayasan Gosri di bawah pimpinan Utju Suiatna.
Dengan memberikan pendampingan khusus kepada petani tentang sistem pertanian organik, seperti pembuatan pupuk organik cair, kompos dan pembuatan bedengan tanah, teknik pengolahan tanah, pengukuran tingkat keasaman tanah, dan sebagainya.
Sebelum inisiasi ini berlangsung, petani di desa Kabiarat dan Wowonda, kecamatan Tanimbar Selatan menggunakan pupuk dan pembasmi hama secara berlebihan, sehingga hal ini membuat tanah produksi semakin menurun kualitasnya dan akan rusak dalam jangka panjang.
![]() |
| Foto bersama usai penyerahan alat penggilingan padi sejumlah bantuan lainnya |
“Inisiasi ini dimulai dengan serangkaian pelatihan dan pendampingan pengelolaan pertanian organik bagi petani di dua desa tersebut,” ujar Land Acquisition and Social performace (LA & SP Manager) INPEX, Puri Minari dalam acara penutupan program tersebut yang berlangsung di lahan pertanian organik milik Qwirinus Luturmele, desa Kabyarat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Senin siang (30/1).
Ia menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan secara bertahap dalam waktu 3 tahun.
Pada tahun ketiga ini, kerja INPEX Masela, Ltd berfokus pada menumbuhkan kemandirian kelompok petani agar dapat terus melaksanakan sistem pertanian organik pasca program.
Kemandirian yang dimaksud meliputi pengadaan bahan pertanian organik, pemasaran produk, dan proses pengolahan produk rumah tangga.
Strategi yang dilakukan dalam pelaksanaan program yaitu pemberdayaan komunitas melalui peningkatan keterampilan dalam mengelola pertanian organik, peningkatan kapasitas petani melalui pendirian kelompok tani dan koperasi, penyediaan fasilitas untuk meningkatkan produktivitas petani, penyiapan exit strategy dengan cara melibatkan pemerintah lokal secara intensif dan pelaksanaan proses monitoring dan evaluasi yang komprehensif untuk bahan pembelajaran program yang serupa.
Para ibu dalam anggota kelompok tani juga telah diberikan pelatihan keterampilan membuat bahan makanan olahan dari hasil pertaniannya yaitu membuat bubuk cabai, berondong jagung, keripik sayuran dan es krim sayuran.
![]() |
| Lahan pertanian organik milik Qwirinus Luturmele, desa Kabyarat, Kecamatan Tanimbar Selatan |
Untuk mendukung pencapaian target program, para petani juga didukung dengan fasilitas yang membantu meningkatkan produktivitasnya, seperti benih dengan harga terjangkau, hand tractor, pipa sprinkle untuk pengairan air, mesin penggilingan padi, alat pembuat es krim dan alat spinner pengering minyak untuk produksi keripik sayuran.
Para petani telah menerima manfaat dari program berupa peningkatan hasil produksi, peningkatan kualitas sayuran dan tidak mudah layu, peningkatan pendapatan, dan peningkatan keterampilan teknis dalam hal pertanian organik.
“Program investasi social yang dilakukan bukan serta merta merupakan program yang bersifat filantrofi tetapi melalui program yang bersifat jangka panjang atau multi year, yang bertujuan untuk kemandirian masyarakat dengan atau tanpa kehadiran INPEX di bumi Duan Lolat,” tandasnya.
Dolmince Karsau, Wakil Satuan Kerja Khusus Industri Hulu Migas (SKK MIGAS) Wilayah Papua Maluku dalam sambutannya mengapresiasi program-program investasi social INPEX Masela Ltd.
INPEX menurutnya dinilai berhasil ketimbang sejumlah Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang
berada di wilayah Papua dan Maluku.
“Secara pribadi saya menilai bahwa program-program yang dilaksanakan oleh INPEX Masela ini sangat berhasil dan luar biasa. Mungkin ini akan menjadi acuan bagi kami di Papua. INPEX menurut kami sangat berhasil membina para petani di kecamatan Tanimbar Selatan,” pujinya.
![]() |
| Foto bersama |
Bupati MTB yang diwakili oleh Alo Batkormbawa, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dalam sambutannya juga mengapresiasi INPEX Masela yang telah menjalankan salah satu program CSRnya yakni pertanian organik di kecamatan Tanimbar Selatan.
“Pak Bupati sangat konsen dengan apa yang sekarang kita lihat bersama ini. Kenapa demikian? Karena sejak dahulu, pola pertanian di Tanimbar ini dilakukan secara berpindah-pindah. Kebetulan di BAPPEDA saat ini baru ada bidang Litbang sehingga mudah-mudahan ini menjadi perhatian,” janjinya.
Alo berharap agar dengan adanya terobosan yang dilakukan oleh INPEX ini, para petani akan terus mengembangkan pola pertanian ini sehingga dapat menjawab kebutuhan pasar sekaligus menyambut perkembangan daerah MTB dimasa mendatang.
Dalam kesempatan itu, para petani juga bertestimoni.
Uri, salah satu petani kelompok Dalam Lese menuturkan bahwa sebelum mendapat bantuan dari INPEX, lahan kebunnya digarap secara manual dan untuk memperoleh hasil yang maksimal, dia pun menggunakan sejumlah bahan kimia seperti pestisida.
“Sejak saat itu, saya lalu meninggalkan pola pertanian dengan mengandalkan bahan kimia dan saya menggunakan pola pertanian organik dan hasilnya juga sangat baik untuk kesehatan saya dan keluarga. Saya jadi gemuk seperti saat ini, sementara saat ini pendapatan perhari meningkat menjadi Rp.500.000,” bebernya.
Acara ini dihadiri oleh para perwakilan dari sejumlah pimpinan SKPD seprti Dinas Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, BAPPEDA, Pimpinan BRI Cabang Saumlaki, dan para petani anggota Kelompok Tani dan Koperasi Tani Dalam Lese.
(dp-18)
















