Utama

Jukulele Maluku Basudara Terus Bergema di Melbourne, Angkat Lagu Ambon ke Panggung Internasional

0
×

Jukulele Maluku Basudara Terus Bergema di Melbourne, Angkat Lagu Ambon ke Panggung Internasional

Sebarkan artikel ini
IMG 20260409 WA0005

Ambon, Dharapos.com – Semangat melestarikan budaya Maluku terus menggema hingga mancanegara. Grup Jukulele Maluku Basudara yang berbasis di Kota Melbourne, Australia, konsisten memperkenalkan musik dan lagu-lagu khas Ambon di berbagai panggung komunitas internasional.

Ketua Maluku Basudara Melbourne (MBM), Ina Siwabessy, mengungkapkan bahwa grup ini terbentuk sejak akhir 2019 dengan jumlah awal hanya delapan orang. Namun, perjalanan mereka sempat terhambat pandemi COVID-19 pada 2020, sehingga latihan dilakukan secara daring.

“Awalnya peminat masih terbatas, hanya delapan orang dan yang aktif sekitar lima orang. Peralatan juga belum memadai, latihan belum maksimal, dan rasa percaya diri untuk tampil masih kurang,” ungkap Ina.

Meski begitu, semangat untuk terus belajar dan berkembang tidak surut. Dukungan dari musisi Maluku di Melbourne, Decky Nanere, menjadi pemicu utama berkembangnya grup ini. Ia tidak hanya menjadi pelatih, tetapi juga kerap mengiringi kegiatan MBM dengan musik ukulele.

Seiring waktu, Jukulele Maluku Basudara mulai aktif tampil di berbagai kegiatan, baik internal maupun eksternal komunitas. Selain meramaikan acara MBM seperti Natal, Halal Bihalal, dan Pattimura Day, mereka juga diundang tampil di sejumlah event besar di Melbourne, seperti Bona Taon, Kawanua Konci Taon, Festival Indonesia, Tembang Nusantara, hingga Indonesian Street Food Festival yang telah diikuti sebanyak tiga kali.

Penampilan terbaru mereka pada Indonesian Street Food Festival 2026 menjadi momen penting. Dalam ajang tersebut, grup ini membawakan lagu-lagu Ambon menggunakan alat musik tradisional ukulele, sekaligus memperkenalkan lagu-lagu baru khas Maluku seperti “Papeda Dingin” dan “Hasil Alam (Pohon Sagu)”.

“Puji Tuhan, lagu-lagu baru ini ternyata mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat,” kata Ina.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua Moluccan Jukulele, Nico Tulalessy, yang turut melatih dan memberikan arahan kepada para anggota. Menurutnya, kehadiran Nico membawa semangat dan pengalaman baru bagi grup.

Sementara itu, Nico Tulalessy memberikan apresiasi kepada MBM, khususnya Ina Siwabessy dan Decky Nanere, yang dinilai konsisten berkontribusi menggaungkan musik ukulele Maluku di Negeri Kanguru.

Ke depan, Ina berharap grup Jukulele Maluku Basudara terus bersemangat dalam memperkenalkan musik Maluku di Australia. Ia juga mendorong generasi muda di Maluku untuk terus berkarya dan melestarikan budaya daerah.

“Harapan beta, musik ukulele bisa terus hidup dan berkembang. Selain memperkuat Ambon sebagai City of Music, semoga pemain ukulele Maluku bisa mendunia,” pungkasnya.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *