![]() |
| Sekretaris Komisi A DPRD Malra saat mencungkil aspal dengan dua jarinya setelah pekerjaan telah lewat 1 minggu |
Langgur, Dharapos.com
Kondisi pekerjaan pengaspalan jalan di Kecamatan Kei Besar Utara Barat, Kabupaten Maluku Tenggara tepatnya pada beberapa Ohio (desa) ternyata kualitasnya jauh di bawah dari kualitas yang diharapkan alias mengecewakan.
Fakta tersebut terpantau jelas saat rombongan anggota DPRD Malra melakukan kunjungan pengawasan ke sejumlah daerah pemilihan (dapil) dalam rangka meninjau realisasi pekerjaan berbagai proyek di sejumlah wilayah di Kei Besar, beberapa waktu lalu.
Kepada Dhara Pos, Sekretaris Komisi A – Septian Brian Ubra, S.Sos mengaku sangat menyesalkan kinerja yang ditunjukkan CV. Akbar Jaya dan PT Sinar Baru Malra pimpinan Hi. Akbar.
“Beberapa hari yang lalu ketika saya dan rekan-rekan anggota Dewan berkunjung ke wilayah pemilihan Kei Besar kami sempat berkunjung ke Kecamatan Kei Besar Utara tepatnya pada beberapa desa ternyata beberapa proyek yang sedang dikerjakan oleh CV. Akbar Jaya dan PT. Sinar Baru Malra sangat merugikan negara dan masyarakat,” sesalnya.
Faktanya, beber Ubra, dirinya sempat diri menguji kualitas aspal jalan yang dikerjakan kontraktor.
“Satu minggu kemudian, saya sengaja mencungkil bagian yang sudah digiling alat berat. Sempat saya memakai dua jari yaitu kelingking dan jari manis mencungkil batu kerikil satu persatu,” bebernya.
Atas fakta tersebut, Ubra mempertanyakan kualitas hasil pengerjaan jalan tersebut.
“Ada apa di balik semua ini, kenapa pekerjaan jalan ini dikerjakan dengan asal-asalan? Fakta ini jelas-jelas membuktikan bahwa pimpinan perusahaan tersebut ingin makan besar dan terbukti di lapangan saat saya melakukan reses,” tegasnya.
Terkait temuan tersebut, Ubra tegaskan akan segera berkoordinasi dengan 25 anggota DPRD Malra, guna mengevaluasi kinerja kontraktor yang selama ini bekerja di lingkup Kabupaten Malra ini, agar tidak merusak citra pemerintahan ini.
Anggota DRPD termuda di wilayah timur Indonesia ini juga meminta kepada dinas atau instansi terkait agar benar-benar berpegang pada aturan main sehingga dalam penentuan pemenang lelang sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan dalam hal ini terhadap seluruh proyek yang ada di lingkup Kabupaten Malra ini.
“Jangan cuma berikan proyek, tanpa melalui prosedur. Selain itu juga, tidak hanya selesai lelang lalu sampai disitu saja tapi harus ditindaklanjuti dengan melakukan pengawasan secara rutin, agar hasil kerjanya bisa memuaskan kita bersama,” cetusnya.
Lebih lanjut, beber Ubra, hampir sebagian besar proyek yang dipantau di lapangan khususnya di wilayah Kei Besar hampir semua amburadul sehingga sudah saatnya dilakukan evaluasi.
“Saya selaku pembawa suara rakyat tidak akan diam melihat pekerjaan-pekerjaan mafia seperti ini,” bebernya.
Pada kesempatan tersebut juga, Ubra juga mendesak Kepala Dinas PU Malra dan juga Inspektorat agar segera turun dan melihat pekerjaan yang amburadul di desa Dangarat dan sejumlah desa lainnya.
“Saya minta kepada Inspektorat Malra dan BPK Perwakilan Provinsi Maluku untuk segera melakukan audit investigasi terkait seberapa besar kerugian negara yang terjadi dalam proyek-proyek tersebut. Masa pekerjaan sudah berjalan tiga hari, tapi aspalnya bisa di cungkil dengan jari kelingking dan jari manis. Inikan aneh bin ajaib,” tukasnya.
(dp-20)













