![]() |
| Lanal Saumlaki bekerjasama dengan DWF-Indonesia melakukan Gerakan Bersih Pantai yang dipusatkan di Pantai LermatangDesa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten MTB, Jumat (3/3) |
Saumlaki, Dharapos.com
Kerusakan ekosistem di wilayah pesisir dan laut akan berdampak pada menurunnya produktivitas hasil laut yang menjadi sumber utama pendapatan nelayan.
Mengatasi kondisi itu, Lanal Saumlaki bekerjasama dengan Destructive Fishing Watch (DWF-Indonesia) bersinisiasi melakukan Gerakan Bersih Pantai (Coastal Clean Up) yang dipusatkan di Pantai Lermatang (Kampung Lama) Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten MTB., Jumat (3/3).
Dalam kegiatan tersebut, Lanal Saumlaki turut menggandeng beberapa pihak.
“Masalah pencemaran yang terjadi di daerah pesisir dan laut secara langsung akan berakibat pada rusaknya ekosistem yang ada di sekitarnya,” terang Danlanal Saumlaki, Letkol Laut (P) Wirawan Ady Prasetya, S.Sos yang ditemui di lokasi acara.
Diakui, alasan pihaknya memilih Pantai Lermatang sebagai lokasi gerakan bersih pantai karena potensi besar yang dimiliki, salah satunya sebagai lokasi tujuan wisata dan sentra budidaya rumput Laut.
Selain itu pantai tersebut juga menjadi gambaran umum dari daerah pesisir dan kepulauan lainnya yang tersebar di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.
![]() |
| Puluhan pelajar setempat turut terlibat dalam aksi bersih-bersih pantai |
Karena itu, aksi bersih-bersih pantai ini merupakan salah satu upaya dari Lanal Saumlaki bersama-sama Pemerintah Kabupaten MTB serta pihak swasta pemerhati lingkungan dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian ekosistem di wilayah pesisir dan laut.
Adapun tema yang diusung pada kegiatan ini “Kita Tidak Pernah Mewarisi Alam Ini Dari Nenek Moyang Kita, Tetapi Kita Meminjamnya Dari Anak Cucu Kita”.
Tema ini bertujuan untuk menanamkan Budaya Bersih dan Cinta Bahari pada generasi muda dan tidak menjadikan laut sebagai “Tong Sampah” tetapi sebagai wahana mencari sumber kehidupan yang berkelanjutan dan harus dijaga kelestariannya.
Selain itu juga sebagai langkah awal untuk membudayakan aksi massal Gerakan Bersih Pantai di Kabupaten MTB.
Pantauan lokasi, tidak kurang dari 400-an peserta mengikuti kegiatan bersih pantai ini. Diantaranya, dari unsur Pangkalan TNI AL Saumlaki.
Kemudian, sejumlah SKPD di lingkup Pemkab MTB seperti Dinas Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata.
![]() |
| Warga masyarakat Lermatang langsung turun tangan melakukan pembersihan lokasi |
Berikutnya, Pemerintah Kecamatan Tanimbar Selatan, Pemerintah Desa Lermatang, INPEX Corporation, Penyuluh Perikanan Bantu MTB, Tanimbar Mengajar MTB, SMPN Lermatang termasuk juga unsur masyarakat Desa Lermatang.
Seluruh peserta yang terlibat dibagi menjadi beberapa kelompok yang disebar ke beberapa titik yang banyak terdapat sampah di Pantai Lermatang.
Sementara itu, di waktu yang sama namun pada lokasi berbeda, yakni di kompleks perumahan Lanal Saumlaki dilaksanakan pula kegiatan menanam cabe serta sayuran seperti tomat, sawi, kacang panjang dan kangkung.
Kegiatan ini melibatkan prajurit Lanal Saumlaki dan anggota Jalasenastri Cabang 3 Korcab IX DJAT sebagai wujud mendukung program Pemerintah dalam hal Ketahanan Pangan Nasional.
Danlanal Saumlaki, Letkol Laut (P) Wirawan Ady Prasetya, S.Sos dalam arahan singkatnya mengungkapkan strategi dalam meningkatkan kecukupan, ketahanan, dan kemandirian pangan masyarakat, perlu dikembangkan.
![]() |
| Kegiatan tanam cabe serta sayuran seperti tomat, kacang panjang dan kangkung memanfaatkan lahan pekarangan kompleks perumahan dan mess Lanal Saumlaki |
Antara lain melalui pemanfaatan lahan pekarangan yang pada gilirannya apabila pekarangan tersebut dapat dioptimalkan fungsinya, maka hal tersebut diharapkan akan berkontribusi nyata terhadap kecukupan, ketahanan, dan kemandirian pangan masyarakat.
Guna mendukung usaha optimalisasi pekarangan tersebut Lanal Saumlaki melaksanakan kegiatan menanam cabe serta sayuran seperti tomat, sawi, kacang panjang dan kangkung.
Aksi tanam tersebut memanfaatkan lahan pekarangan kompleks perumahan dan mess Lanal Saumlaki.
“Beberapa prasyarat yang harus dipenuhi dalam penanaman sayuran di pekarangan diantaranya adalah harus memiliki nilai estetika atau keindahan sehingga selain dapat dikonsumsi juga dapat mempercantik halaman rumah” cetusnya.
Danlanal pada kesempatan tersebut didampingi Ketua Cabang 3 Korcab IX Daerah Jalasenastri Armada Timur sesaat sebelum dimulainya acara penanaman tersebut.
(dp-18)
















