![]() |
| Perwakilan masyarakat Rahareng yang menyampaikan penolakan atas pencalonan mantan kepala ohoi |
Langgur, Dharapos.com – Masyarakat Rahareng Atas belakang ini dibuat resah menyusul adanya rencana mantan kepala ohoi setempat Roni Fenci Ohoiner kembali mencalonkan diri lagi.
Pasalnya, masyarakat tak mau lagi dipimpin seseorang yang dalam kepemimpinan sebelumnya menunjukkan kinerja yang tidak baik.
Mereka pun menolak dengan keras pencalonan sang mantan kepala ohoi.
“Pemerintahan ohoi dibawah kepemimpinan saudara Roni Fenci Ohoiner, menurut kami, kinerjanya tidak maksimal dan menyeluruh bagi pembangunan. Karena itu, kami masyarakat Rahareng Atas menolak apabila yang bersangkutan kembali mencalonkan diri,” demikian disampaikan beberapa orang mewakili masyarakat Ohoi Rahareng Atas kepada media ini melalui telepon WhatsApp, Jumat (23/4/2021) malam pukul 20.00 Wit
Masyarakat dalam pernyataannya yang diwakili Ketua BPO. Dominggus Meek, anggota BPO Melkias Meek, Ny. Evy Renhoran selaku Rinkot marga Renhoran Ohoitawun dan Nyongki Ell dari perwakilan Pemuda menyampaikan ketidaksukaan mereka terhadap mantan kepala ohoi Rahareng Atas dan BSO Ohoi Induk Rahareng Bawa.
Di hadapan BSO Orang Kay Ohoi Induk Rahareng Bawah, mereka menyatakan sikapnya bahwa,
1. Sumber mata air di ohoi Rahareng Atas bukan milik saudara Roni Ohoiner, tetapi itu milik semua masyarakat.
2. Masyarakat mengatakan bahwa berkas pencalonan kepala ohoi atas nama Roni Fenci Ohoiner tidak melalui Rin Kot dan tidak ada surat pengantar dari BPO dan pejabat ohoi tersebut.
3. BSO Rahareng Bawah juga sudah mengambil sikap dan menyatakan bahwa jika berkas pencalonan calon kepala ohoi atas nama Roni Fenci Ohoiner tersebut sampai di Kabag Bukum dan Bupati Malra maka BSO Orang Kai akan mengambil tindakan tegas dengan memproses secara hukum yang bersangkutan karena indikasi penipuan tanda tangan BSO Orang kay.
4. Masyarakat mengabil sikap jika terjadi mantan kepala ohoi Roni Fenci Ohoiner maju dalam pencalonan lagi maka masyarakat akan bertindak tegas.
Adapun tindakan tegas akan dilakukan dikarenakan dalam masa pemerintahannya, saudara Roni Fenci Ohoiner sudah terlalu banyak menipu dan membodohi masyrakat setempat.
“Bahkan pemerintahanya bersifat pemerintahan keluarganya sendiri,” beber Nyongki Ell.
Ia menuturkan bahwa aturan yang sudah di tetapkan oleh Pemerintah daerah harus melalui Rin Koit.
Namun ternyata ditemukan berkas calon kepala ohoi atas nama Roni Fenci Ohoiner tidak melalui Rin koit dan berkasnya tidak diketaui oleh pejabat Ohoi setempat.
“Berkas pencalonan yang bersangkutan tidak ada surat pengantar dari pejabat dan BPO,” bebernya.
Dengan begitu, Nyongki Ell menegaskan bahwa BSO tidak pernah menandatangani berkas pencalonan atas nama Roni Fenci Ohoiner.
“Maka dengan sendirinya masyarakat Ohoi Rahareng Atas menutup sumber air khusus untuk Rahareng Bawah,” tegasnya.
Nyongki menambahkan, statemen tersebut dibuat oleh masyakat dikarenakan sudah tiga kali masyarakat Rahareng Atas melakukan pendekatan secara kekeluargaan akan tetapi belum juga ada hasilnya hingga saat berita ini diliris.
“Kami menunggu kesepakatan yang disampaikan BSO pada hari Sabtu (17/4/2021) jam 11.45.Wit bahwa akan ditanda tangani berkas pencalonan dan menunggu kepala ohoi Orang Kay datang dari Tual untuk menyelesaikan hari Rabu (19/4/2021).
Akan tetapi ternyata tidak dihiraukan oleh BSO dan Kepala Ohoi pada Ohoi Induk dengan beralasan bahwa mereka takut kepada kepala Ohoi Rahareng Bawah.
“Jadi mereka belum menandatangani berkas calon kepala Ohoi yang diusul oleh Rin kot atau marga yang berhak menduduki jabatan kepala Ohoi,” tegasnya.
Bahkan perwakilan masyarakat ohoi juga sudah menyampaikan hal yang sama lewat telepon dan dengan geram mereka berbicara dengan tegas sampai terdengar suara mereka bergema karena berteriak bahwa Kepala Ohoi Rahareng Bawah dan BSO Ohoi Induk atas caranya yang dengan sengaja memperlambat proses pencalonan keoala Ohoi pada Ohoi Rahareng Atas.
Sebelumnya, masyarakat Ohoi Rahareng Atas juga telah menyampaikan pernyataan sikap dan diunggah melalui akun-akun media sosial milik warga setempat dengan membuat siaran langsung.
(dp-52)













