Politik dan Pemerintahan

Musrenbang RKPD 2022, Bupati Malra Beberkan Kondisi Infrastruktur

50
×

Musrenbang RKPD 2022, Bupati Malra Beberkan Kondisi Infrastruktur

Sebarkan artikel ini

Bupati Malra Musrenbang RKPD 2022
Bupati Malra, M. Thaher Hanubun saat pemaparan materi pada giat Musrenbang RKPD Provinsi Maluku Tahun 2022 terkait infrastruktur di wilayahnya


Ambon, Dharapos.com
– Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun dalam giat Musrenbang RKPD Provinsi Maluku Tahun 2022 memaparkan terkait infrastruktur di wilayah itu.

Ia membeberkan sejumlah infrastruktur dimaksud diantaranya rekontruksi jalan Danar-Tetoat serta peningkatan pelebaran jalan Langgur – Debut – Evu. 

“Kami mohon perhatiannya, mungkin melalui Balai atau apa, karena itu jalan nasional. Kami sudah usulkan ke Balai, tapi belum dibuat. Mungkin ada balai disini supaya mungkin bisa segera ditindak lanjuti,” bebernya saat menyampaikan pemaparan pada giat Musrenbang, Kamis (22/4/2021).

Kemudian akses menuju kantor Bupati Malra tepat di Jalan Sudirman yang saat ini dalam kondisi rusak total.

“Ini juga terkait penanganan genangan dalam kota Langgur tepatnya di jalan Jendral Sudirman depan bekas pasar Ohoijang, itu hujan sedikit saja sudah banjir,” sambungnya.

Kondisi lainnya, perlu adanya peningkatan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). 

Hanubun menuturkan kemiskinan yang tertinggi itu ada di 3 Kecamatan yaitu Kei Besar Utara Barat, Kei Besar Utara Timur dan Kei Besar Selatan Barat. 

“Ini masih perlu perubahan. Kalau kita ke Kei Besar, kesulitan pertama kalau Bapak-bapak dari Provinsi kesana sulit cari tempat tidur disana. Jadi kami rencanakan  2022 mendatang, kami usulkan kepada Bappeda Provinsi, supaya  kami mendapat perumahan terhadap Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS),” imbuhnya.

Sedangkan untuk air bersih, lanjut Bupati, dari tahun ke tahun, masyarakat Kei Besar Selatan Barat minum air hujan. 

Bahkan dirinya yang datang juga meminum air tersebut.  

“Termasuk saya yang datang dan di kasih, yah saya minum juga,” sambungnya.

Bupati menambahkan, khususnya untuk 4 kecamatan lain, rata-rata air bersih sudah selesai, hanya Kei Selatan Barat saja yang belum.

“Sekarang saya coba untuk mesin yang mengubah air laut menjadi air tawar. Saya coba dan nilainya 1,8 milyar dan sudah di anggarkan tahun ini. Insyallah bisa jalan. Yang di usulkan ke Jakarta melalui Provinsi Maluku, kurang lebih Rp30 Miliar untuk membangun air bersih. Itu yang di usulkan,” tandasnya.

(dp-16/52)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *