Utama

Papeda dan Ikan Kuah Kuning Curi Perhatian di Indonesian Food Festival 2026 Melbourne

0
×

Papeda dan Ikan Kuah Kuning Curi Perhatian di Indonesian Food Festival 2026 Melbourne

Sebarkan artikel ini
IMG 20260409 WA0062

Ambon, Dharapos.com – Makanan khas Maluku kembali mencuri perhatian dunia internasional lewat ajang Indonesian Food Festival 2026 yang digelar di Kota Melbourne, Australia, Sabtu (28/4/2026). Festival tahunan yang diselenggarakan oleh ICAV (Asosiasi Kuliner Indonesia) ini menjadi panggung promosi kekayaan kuliner Nusantara, termasuk hidangan tradisional dari Maluku.

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Australia, Siswo Pramono, bersama Konsul Jenderal RI untuk Negara Bagian Victoria, Yohanes Djatmiko. Kehadiran para pejabat ini menegaskan dukungan pemerintah dalam memperkenalkan budaya dan kuliner Indonesia di kancah global.

Partisipasi Maluku Basudara Melbourne (MBM) menjadi salah satu sorotan, terutama lewat penampilan khas mereka dalam sesi Indonesia Street Food. Ketua MBM, Ina Siwabessy, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya karena diberi kesempatan untuk mempromosikan kuliner Maluku, khususnya papeda dan ikan kuah kuning.

“Kami diminta untuk melakukan demonstrasi memasak papeda. Beruntung ada teman yang memiliki sagu manta langsung dari Ambon, sehingga cita rasanya tetap autentik. Apalagi dibantu Tante Otty Wenno yang memang ahli memasak makanan Ambon dan sudah lama menetap di Melbourne,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ini bukan kali pertama MBM menampilkan demo tuang papeda. Antusiasme pengunjung pun terus meningkat setiap kali kegiatan tersebut digelar.

“Peminatnya sangat banyak, baik dari masyarakat Indonesia maupun warga asing. Bahkan di sesi terakhir, banyak yang sudah antre tetapi tidak kebagian. Ini menunjukkan bahwa makanan khas Maluku memiliki daya tarik tersendiri dengan cita rasa yang unik dibanding daerah lain,” tambahnya.

Menurut Ina, tingginya minat pengunjung menjadi bukti bahwa kuliner Maluku mampu bersaing dan diterima secara luas di tingkat internasional. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra dan KJRI Melbourne yang terus melibatkan komunitas Maluku dalam berbagai kegiatan promosi budaya.

“Kami sangat bangga diberi kesempatan luar biasa ini. Terima kasih kepada KBRI Canberra dan KJRI Melbourne yang selalu membuka ruang bagi kami untuk memperkenalkan Maluku kepada dunia,” tutupnya. (dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *