Saumlaki, Dharapos.com
Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) mengakui jika berbagai bantuan yang diberikan INPEX Masela Ltd. sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Demikian disampaikan Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten MTB, Edwin Tomasoa saat menyampaikan sambutan mewakili Bupati dalam acara penutupan program Pelatihan Bahasa Inggris, yang berlangsung di Balai pembinaan umat Saumlaki, Selasa malam (31/1)
“Pemerintah Daerah Maluku Tenggara Barat memandang bahwa bantuan-bantuan dari INPEX daerah terutama kepada pemerintah dan masyarakat yang selama ini dilakukan telah banyak memberi manfaat,” akuinya.
Salah satunya, ungkap Tomasoa, bahwa pelatihan bahasa Inggris untuk para siswa, mahasiswa, ASN seta masyarakat umum selama ini telah berdampak positif terhadap penyiapan SDM menyambut tantangan global serta bagian dari penyiapan SDM menyambut beroperasinya Blok Masela.
“Karena itu, Pemerintah daerah berharap agar program ini tidak berakhir sampai di sini saja, melainkan terus berlanjut meskipun ada perubahan skema pembangunan di darat dari sebelumnya yang telah direncanakan di laut,” tukasnya.
Sementara itu, beberapa siswa peserta pelatihan menyampaikan bahwa mereka menikmati proses pembelajaran yang menurut mereka lebih menarik dan menyenangkan sehingga mereka lebih termotivasi untuk belajar.
Namun demikian banyak juga tantangan yang dihadapi oleh tim pengajar LIA terutama hal yang berkaitan dengan disiplin waktu dan komitmen untuk mengikuti program sampai tuntas.
Informasi lain yang diperoleh adalah beberapa peserta program telah merasakan manfaat dari program pelatihan ini diantaranya adalah dengan keberhasilan salah satu peserta pelatihan PNS yang berhasil lolos seleksi awal beasiswa program CCI ke Amerika Serikat.
Dampak capaian prestasi tersebut pada akhirnya menginspirasi teman-teman lainnya untuk menggapai prestasi yang sama.
Kemudian, beberapa siswa SMP peserta pelatihan telah ditunjuk oleh sekolah untuk mengikuti proses seleksi program pertukaran siswa ke Darwin Australia terlepas mereka berhasil lolos atau belum.
Selain itu, siswa-siswa sekolah dasar menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi untuk belajar bahasa Inggris dan menganggap bahwa belajar bahasa Inggris adalah hal yang menarik.
Guru-guru peserta menyatakan bahwa ilmu yang didapatkan di pelatihan ini adalah sesuatu hal yang baru dan teknik-teknik pengajaran yang diterapkan oleh guru dari LIA dapat diduplikasi di kelas-kelas mereka sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan.
Sedangkan mahasiswa STKIP menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah sesuatu hal yang baru dan teknik-teknik pengajaran yang diajarkan telah membantu mereka memberikan alternatif adalam teknik pengajaran dan mempersiapkan tugas akhir bagi yang belum menyelesaikan studi.
Pantauan Dhara Pos saat kegiatan tersebut dimeriahkan juga dengan pertunjukan kehebatan para siswa SD
dan SMP dalam bercerita, berdiskusi, mementaskan drama, menyanyi, dan berdoa dalam bahasa Inggris hingga berakhir dengan acara makan bersama.
Setelah menutup salah satu program investasi sosialnya (Social Investment Programe) terkait pertanian organik yang telah dicanangkan sejak 2010 lalu untuk membantu masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), langkah yang sama juga dilakukan INPEX Masela Ltd. pada program lainnya.
Perusahaan migas asal Jepang yang adalah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok Migas Abadi Masela di MTB ini, menutup program pelatihan bahasa Inggris, yang berlangsung di Balai Pembinaan Umat Saumlaki, Selasa malam (31/1).
Perlu diketahui, walau belum beroperasi, INPEX Masela Ltd. tercatat terus melakukan program investasi social di sekitar daerah operasinya seperti social investment SKK MIGAS-INPEX yakni program pelatihan bahasa Inggris yang ditujukan untuk siswa SD, SMP, SMA/SMK, mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Saumlaki (STKIP) milik Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki, para guru, dan PNS di lingkungan Pemkab MTB.
Program ini bekerja sama dengan Yayasan LIA yang telah berpengalaman selama 69 tahun dalam memberikan layanan pelatihan bahasa Inggris kepada semua lapisan masyarakat.
English Training Program ini berlangsung selama 5 bulan mulai September 2016 hingga Februari 2017 dengan total peserta pelatihan yang berjumlah 150 orang.
(dp-18)













