![]() |
| Dua pelaku perjalanan asal Bali tujuan Saumlaki yang menjalani karantina di Hotel Langgur |
Langgur, Dharapos.com – Pelaku perjalanan asal Saumlaki, Kabupaten
Kepulauan Tanimbar yang menjalani
karantina di Hotel Langgur sebelum kembali ke daerah asalnya, mengapresiasi
kinerja Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).
Kepulauan Tanimbar yang menjalani
karantina di Hotel Langgur sebelum kembali ke daerah asalnya, mengapresiasi
kinerja Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).
Khususnya dalam kaitannya dengan penanganan pencegahan Covid-19
di Maluku tenggara.
di Maluku tenggara.
Apresiasi tersebut disampaikan Alowisia Kadun, salah seorang
penumpang dari Bali tujuan Saumlaki kepada awak media, di Hotel Langgur, Kamis (9/4/2020).
penumpang dari Bali tujuan Saumlaki kepada awak media, di Hotel Langgur, Kamis (9/4/2020).
“Saya dan teman-teman mengapresiasi penanganan sejak awal
turun dari kapal sampai ke tempat karantina sementara sebelum saya dan teman-teman
melanjutkan perjalanan kembali ke Saumlaki,” pujinya.
turun dari kapal sampai ke tempat karantina sementara sebelum saya dan teman-teman
melanjutkan perjalanan kembali ke Saumlaki,” pujinya.
Alowisia mengaku sangat senang atas pelayanan yang diberikan mulai
dari awal turun terus diantar ke hotel ini untuk tempat sementara sambil
menunggu kapal.
dari awal turun terus diantar ke hotel ini untuk tempat sementara sambil
menunggu kapal.
“Kami dari Bali dan akan ke Saumlaki. Kami kerja disana dan
kembali ingin melihat keluarga dulu,” akuinya.
kembali ingin melihat keluarga dulu,” akuinya.
Alowisia mengaku dirinya bersama teman-temanya memutuskan turun
di pelabuhan Tual karena mendengar informasi bahwa di Saumlaki sudah menutup
akses masuk sehingga mereka memilih turun dan untuk sementara menjalani karantina
di Hotel Langgur.
di pelabuhan Tual karena mendengar informasi bahwa di Saumlaki sudah menutup
akses masuk sehingga mereka memilih turun dan untuk sementara menjalani karantina
di Hotel Langgur.
“Kami mendengar akses kesana ditutup sehingga saya dan
teman-teman memilih turun disini. Nanti selanjutnya setelah dibuka pelabuhan,
baru kami kembali ke Saumlaki,” akuinya.
teman-teman memilih turun disini. Nanti selanjutnya setelah dibuka pelabuhan,
baru kami kembali ke Saumlaki,” akuinya.
Alowisia menuturkan jumlah mereka sebanyak 8 orang dengan
rincian 6 orang orang dewasa dan dua bayi balita yang untuk sementara berada
dalam pengawasan dan penanganan oleh Pemda Malra.
rincian 6 orang orang dewasa dan dua bayi balita yang untuk sementara berada
dalam pengawasan dan penanganan oleh Pemda Malra.
“Harapan kami kepada Pemerintah disana (Saumlaki, red)
supaya tolong dibukakan akses kapal sehingga kami bisa pulang kembali ke daerah kami,” pungkasnya.
supaya tolong dibukakan akses kapal sehingga kami bisa pulang kembali ke daerah kami,” pungkasnya.
(dp-52)













