![]() |
| Dari kiri ke kanan : Penjabat Sekda Ruben B. Moriolkosu, Ketua Presidium PMKRI Cabang Saumlaki, Komda Maluku dan Maluku Utara, dan Bupati Petrus Fatlolon |
Saumlaki, Dharapos.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik
Republik Indonesia (PMKRI) melalui Komisaris Daerah Maluku dan Maluku Utara,
Wolter Hungan dan Ketua Presidium PMKRI Cabang Saumlaki Redemtor Reressy
melakukan tatap muka dengan Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon dan
Penjabat Sekretaris Daerah Ruben Benharvioto Moriolkosu di kantor Bupati
setempat, Senin (16/11/2020).
Hungan menjelaskan bahwa prioritas kerja Pengurus Pusat (PP)
PMKRI periode 2020-2022 lebih fokus pada sektor pendidikan, kebijakan
pemerintah pusat hingga ke daerah dan Bimas Katolik pada setiap cabang.
Prioritas kerja PP PMKRI tersebut juga di disesuaikan dengan
kondisi setiap daerah dengan setiap persoalan sosial kemasyarakatan yang perlu
diperhatikan.
Berdasarkan itu, PMKRI mendorong penyelesaian
persoalan-persoalan ini untuk diselesaikan oleh pemangku kepentingan baik di
pusat maupun di daerah.
“PP PMKRI pada periode ini secara nasional menjadikan
persoalan ini sebagai fokus kerja dan menjadi perhatian serius untuk
diperjuangkan. Dengan demikian, di dalam pertemuan tersebut, kami menyampaikan
sejumlah pokok pikiran kami kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan
Tanimbar,” urainya.
Di bidang pendidikan, PMKRI mendorong Pemda untuk
meningkatkan penyediaan sarana-prasarana penunjang pembelajaran daring atau
metode belajar menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning
Manajemen System (LMS).
Hungan juga menyebutkan bahwa dalam pertemuan itu, pihaknya
berdiskusi dengan Bupati dan Sekda soal kesiapan Pemda Kepulauan Tanimbar
menyambut beroperasinya Blok Masela.
Tentang penyediaan infrastruktur penunjang, peningkatan
sumber daya manusia, peningkatan pangan lokal dan komoditi unggulan daerah dan
kesiapan lainnya juga menjadi bahan diskusi.
“Saya meminta kepada Bupati untuk senantiasa melibatkan
rekan-rekan anggota PMKRI cabang Saumlaki untuk ikut serta dalam pelaksanaan
program-program pembangunan di daerah,” sambungnya.
Redemtor Reressy dalam kesempatan itu juga meminta Bupati
untuk menyelesaikan sejumlah kebutuhan mendasar masyarakat yang dikeluhkan saat
ini berdasarkan hasil kajian DPC PMKRI.
Dia mencontohkan persoalan pelayanan air bersih kepada
masyarakat di sejumlah kecamatan yang terkatung-katung akibat manajemen PDAM
yang perlu dievaluasi.
“Bukan hanya persoalan air bersih, tetapi ada sejumlah
persoalan yang kami diskusikan bersama,” kata Reressy.
Bupati Petrus Fatlolon yang didampingi oleh Sekda Ruben
Moriolkosu menyambut baik kehadiran Komda Maluku/Malut dan Kapres PMKRI cabang
Saumlaki dalam pertemuan itu.
Ia mengakui, kontribusi PMKRI Regional Maluku dan Malut
serta DPC PMKRI Cabang Saumlaki dalam pertemuan itu sangat diperlukan guna
memboboti proses pembangunan di provinsi ini lebih khususnya di Kabupaten
Kepulauan Tanimbar.
Bupati Fatlolon meminta keterlibatan PMKRI cabang Saumlaki
guna menyukseskan penyelenggaraan MTQ ke 29 Tahun 2021 yang akan
diselenggarakan di saumlaki.
Dia berharap kader PMKRI juga bisa ambil bagian pada
penyelenggaraannya yang akan berlangsung pertengahan tahun 2021 dan sekaligus
membantu pemda dalam mengawasi berbagai program kegiatan yang ada, baik itu
fisik maupun non fisik di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan
pelayanan publik lainnya.
“Kami percaya PMKRI cabang Saumlaki sendiri dalam
melakukan pengawasan tidak seperti yang lain yang pada dasarnya bukan bentuk
pengawasan tapi penyelidikan,” sambungnya.
Bupati Fatlolon juga berharap agar kader PMKRI bisa menjadi
corong pemerintah di tengah-tengah masyarakat yakni menyampaikan dan
menginformasikan perkembangan di daerah ini secara riil dan tidak berlebihan
yang bersifat provokatif.
“Saya bersyukur PMKRI Cabang Saumlaki sampai saat ini
tampil profesional dan juga telah menunjukan kerja sama yang cukup baik dengan
Pemda,” akuinya.
Bupati Fatlolon berjanji akan menindaklanjuti sejumlah
persoalan yang disampaikan dalam diskusi tersebut sehingga kebutuhan pelayanan
kepada masyarakat dapat terlayani dengan baik.
(dp-45)













