Ambon, Dharapos.com – Telkomsel resmi mengumumkan 20 finalis terpilih Program Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB) 2026, sebuah inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada penguatan kapasitas talenta muda di wilayah timur Indonesia melalui pengembangan keterampilan digital (digital skills) dan implementasi inovasi sosial.
Sebanyak 3.099 pendaftar dari 33 kampus di Papua dan Maluku mengikuti proses seleksi ketat. Penilaian dilakukan berdasarkan konsistensi kehadiran dalam setiap live class, tingkat keaktifan peserta, hasil pre- dan post-test, kualitas assignment bersama Telkomsel dan The Local Enablers, hingga performa saat pitching proyek inovasi sosial di akhir rangkaian bootcamp.
Memasuki babak implementasi, 20 finalis akan mengeksekusi solusi socioinnovation yang telah mereka rancang selama lima bulan ke depan bersama para mentor di wilayah kerja Telkomsel. Perusahaan juga memberikan dukungan anggaran operasional guna memastikan setiap inisiatif dapat diimplementasikan secara maksimal dan menghadirkan dampak nyata bagi komunitas masing-masing.
Program ini berjalan sejalan dengan kampanye #KoPastiBisa, gerakan pemberdayaan Telkomsel yang mendorong anak-anak muda Papua dan Maluku agar semakin percaya diri, berani belajar, dan mampu memanfaatkan peluang pengembangan yang tersedia. Melalui kampanye ini, Telkomsel menegaskan bahwa talenta muda dari wilayah timur memiliki potensi besar dan berhak memperoleh akses serta kesempatan yang setara untuk tumbuh dan bersaing.
General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku and Papua, Fajri Adi Firmansyah, Senin (23/2/2026), menyampaikan bahwa inisiatif Papua Maluku Digital Bootcamp merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan akses pembelajaran digital yang inklusif bagi generasi muda di kawasan timur Indonesia.
“Kami percaya mereka memiliki potensi besar sebagai talenta masa depan bangsa. Melalui pendampingan intensif, ekosistem mentoring, dukungan operasional, serta kampanye #KoPastiBisa, kami ingin memastikan mereka punya keberanian dan kapasitas untuk bersaing di industri masa depan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Fajri menambahkan, Telkomsel hadir bukan sekadar entitas bisnis, melainkan mitra strategis yang bertumbuh bersama masyarakat. “Peran kami adalah menjadi pendamping yang membuka jalan dan memperluas kesempatan bagi generasi muda, terutama di wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan informal digital,” tambahnya.
Semangat pemberdayaan tersebut turut dirasakan para peserta. Putra Angga Al Aslam, mahasiswa Universitas Musamus, mengaku program ini memberinya keberanian baru untuk berkarya.
“Bootcamp ini mendorong saya untuk percaya bahwa anak Papua bisa menciptakan inovasi yang berdampak. Kampanye #KoPastiBisa itu bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar terasa. Telkomsel memberi kami rasa percaya diri untuk turun langsung ke lapangan, melihat masalah dari dekat, lalu menghadirkan solusi yang nyata,” ujarnya.
PMDB hadir untuk menjawab kebutuhan generasi muda terhadap akses pendidikan informal digital yang masih terbatas di Papua dan Maluku. Seluruh rangkaian program diberikan secara gratis dengan kurikulum yang menitikberatkan pada keterampilan praktis, proyek berbasis komunitas, serta coaching ekosistem agar inovasi sosial dapat berjalan secara berkelanjutan. Pada tahap implementasi, para finalis didorong memvalidasi solusi bersama pemangku kepentingan lokal dan membangun kolaborasi yang lebih luas.
Dengan diumumkannya 20 finalis PMDB 2026, Telkomsel mengajak berbagai pihak—mulai dari pemerintah daerah, komunitas, akademisi, hingga sektor swasta—untuk turut berperan dalam mendukung ekosistem pemberdayaan talenta muda Papua dan Maluku. Perusahaan meyakini bahwa pemerataan kapabilitas digital menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang mampu berkompetisi dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Berikut 20 finalis PMDB 2026 beserta kampus asalnya:
Putra Angga Al Aslam – Universitas Musamus Merauke
Dessy Natalya Soplantila – Universitas Negeri Papua
Ahmad Syarif Gunawan – Universitas Pattimura
Kinaryo Citra Mashuda – Universitas Musamus
Dwi Putra Romadhon – STIH Manokwari
Seravina Nuryanti Juita – Politeknik Amamapare Timika
Firman Ardiansyah Pulu – Universitas Pattimura
Anna Maria Refra – Universitas Papua
Elisabeth Atisa Berepung – Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
Felix Pelupessy – Universitas Muhammadiyah Sorong
S. Talha Rumfot – Universitas Pattimura
Mutmainnah – Universitas Papua
Arman Alfons – Universitas Pattimura
Tasya Cahya Iriani – Universitas Musamus Merauke
Rambu Aya – Universitas Papua
Michelle Kinaya Sesa Rinding – Universitas Papua
Ronna ‘Allayya Nisriina – Universitas Musamus Merauke
Thio Kanisius – Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
Dwi Risky Maulana – UNIMUDA Sorong
M. Didit Ghozali – Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong













