![]() |
| RD. Jemris Timi Rangkoly, Pastor Paroki St. Petrus dan St. Paulus Namar saat menerima suntikan vaksin Covid-19 |
Langgur, Dharapos.com – Pemerintah hingga saat ini terus memaksimalkan program vaksinasi dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.
Himbauan kepada masyarakat pun terus dilakukan agar dapat ikut ambil bagian menerima vaksin.
Seperti yang juga dilakukan RD. Jemris Timi Rangkoly, Pastor Paroki St. Petrus dan St. Paulus Namar yang menghimbau umatnya untuk mengikuti vaksinasi.
Tokoh Katholik ini tak menampik jika saat ini dunia digentarkan dengan pandemi Covid-19 yang sungguh-sungguh cukup menggenaskan dan menggangu aktivitas semua orang
“Karena itu, saya secara pribadi menghimbau kepada masyarakat Evav, secara khusus kepada umat-umatku di Paroki Namar agar tidak perlu takut untuk divaksin. Beri diri anda divaksin, tidak dipungut biaya, dan semuanya untuk kebaikan kita bersama,” himbaunya.
Banyak orang enggan untuk divaksin dengan alasan bahwa akan terjadi hal lain pada dirinya pasca divaksin. Apalagi dihantui dengan berbagai berita yang menakutkan diberbagai daerah lain terkait dengan setelah divaksin mendapat penyakit baru.
“Yang terpenting adalah kejujuran kita kepada para medis (dokter) tentang riwayat penyakit yang terdapat dalam diri kita. Disanalah para medis akan memutuskan apakah kita dilayakan untuk divaksin atau tidak. Karena dengan memberikan diri divaksin, anda telah menyelamatkan diri anda dan orang lain,” sambungnya.
Pastor mengakui virus Covid 19 ini menyerang manusia dengan cepat kilat dan membuat semua orang merasa takut dan was-was.
Banyak manusia terkapar, bahkan banyak pula yang tutup usia karena serangannya yang tercuat seperti bom waktu yang sudah dua tahun ini masih ada.
“Tetapi tidak dipungkiri banyak diantara manusia kita yang berhasil pulih atau sembuh dari keterpenjaraan penyakit Virus Covid 19 tersebut,” akuinya.
Berbagai aspek kehidupan manusia pun terhambat dan terhalang. Hidup sosial tergerus, hidup religius dibatasi, dunia ekonomi defisit, dunia kerja terhambat bahkan juga di PHK.
Untuk itu, Pemerintah tak putus-putusnya menyuarakan kepada masyarakatnya untuk patuhi protocol kesehatan. Memakai maker, mencuci tangan dan menjaga jarak saat berinteraksi di luar rumah.
Pihak agama pun tidak tinggal diam, menyuarakan untuk tetap aktif dalam doa sesuai dengan tradisi iman kepercayaan masing-masing, serta berusaha agar sejalan dengan apa yang diinstrusikan oleh pemerintah.
Semua dilakukan dengan tujuan agar matarantai dari pandemi ini dapat terputus bahkan dibasmi dari kehidupan manusia.
Dan titik terang boleh dikatakan telah ditemukan dengan adanya vaksin untuk melawan virus tersebut.
Vaksin diusahakan untuk memberikan kekuatan atau meningkatkan kekebalan tubuh manusia dari virus covid 19, bukan pertama-tama untuk menyembuhkan seseorang dari Covid 19.
“Maka, dengan menggunakan akal sehat, kita memberi diri divaksin agar imun tubuh kita dapat kebal dari penyakit yang sementara melanda dunia, lebih dari pada itu dapat kebal dari berbagai virus yang menggangu kehidupan manusia,” pungkasnya.
(dp-52)













