Hukum dan Kriminal

Desa Arab Dan Sangkra Bentrok, Sejumlah Rumah Hangus Terbakar

61
×

Desa Arab Dan Sangkra Bentrok, Sejumlah Rumah Hangus Terbakar

Sebarkan artikel ini
Konflik Arui Bab MTB
Puluhan warga desa Arui Bab diperiksa di Polres MTB

Saumlaki, Dharapos.com
Ketegangan kembali terjadi antara warga desa Arui Bab (Arab) dan warga desa Sangliat Krawain (Sangkra) Kecamatan Wertamrian meskipun beberapa waktu lalu konflik dua desa tersebut telah berhasil dimediasi oleh Pemerintah Daerah Maluku Tenggara Barat.

Selasa subuh (3/2) kembali terjadi penyerangan yang dilakukan warga desa Arab terhadap penduduk desa Sangliat krawain.

Sejumlah saksi mata kepada Dhara Pos menceriterakan jika penyerangan warga tersebut bermula dari pembakaran sejumlah rumah kebun milik warga Arab di lokasi Sinar Tabun oleh beberapa pemuda yang diduga berasal dari desa Sangliat Krawain.

Tak puas dengan aksi pembakaran rumah tersebut, lebih dari 100 orang warga Arab melakukan penyerangan ke desa Sangliat Krawain dan membakar 2 rumah penduduk. Konflik tersebut baru bisa teratasi saat aparat TNI dan Polri tiba di lokasi kejadian.

Meskipun tidak ada korban jiwa namun dilaporkan sejumlah warga dari dua desa tersebut mengalami luka ringan hingga luka berat dan kini sementara di rawat intensif di rumah sakit.

Kepala Kepolisian Resort MTB, AKBP. Abner Richard Tatuh kepada Dharapos, diruang kerjanya, Rabu (4/2) mengatakan sebanyak 160 warga desa Arab telah diamankan di Mapolres MTB untuk dimintai keterangan.

Dari total warga itu, terdapat pula sejumlah anak dibawah umur yang turut serta dalam penyerangan. Dari keterangan para saksi, akhirnya ditetapkan 50 orang sebagai tersangka dengan sejumlah barang bukti yakni sejumlah peralatan perang yang disita dilokasi kejadian.

Dirinya mengaku prihatin dengan kondisi tersebut, bahkan kuat dugaan jika ada oknum tertentu yang sengaja memprovokasi kedua desa tersebut untuk saling berantam sekaligus mengaggalkan kunjungan kerja Kapolda Maluku yang saat itu persis berada di Saumlaki.

Dugaan-dugaan tersebut diperkuat dengan strategi perlawanan warga Arab yang nyatanya diatur rapih dengan penyerangan dari arah laut dan darat sehingga aparat yang ditugaskan di desa tersebut sulit menghentikan massa.

“Kalau memang ada orang bakar rumah maka lapor polisi, kan ada pos penjagaan di sana. Jika memang ada orang-orang yang berencana menggagalkan rencana saya, maka saya ampuni dia. Kita masih cari provokatornya termasuk dugaan rencana orang yang menghalangi kunjungan pak Kapolda,” ujar Kapolres.

Kejadian tersebut patut disesalkan oleh karena sebelumnya dua warga dari desa tersebut telah dimediasi oleh TNI dan Polri serta Pemkab MTB hingga adanya upaya rekonsiliasi termasuk proses penyelesaian sengketa batas tanah yang di lakukan oleh Pemda MTB. 

Terkait konflik dua desa, Kapolres menegaskan bahwa aparat tidak pernah memihak pada warga desa tertentu.

Sementara menyangkut  pembakaran rumah kebun milik warga Arui bab yang diduga dilakukan oleh warga desa Sangliat krawain, Kapolres mengaku tetap akan mengejar pelaku pembakaran dengan strategi utama yang dilakukan adalah mendengar keterangan sejumlah saksi termasuk warga dari desa Sangliat krawain.

Olehnya itu, masyarakat dihimbau untuk menahan diri dan tidak lagi melakukan perlawanan balik.

“Percayakan apa yang terjadi selama ini kepada aparat keamanan, yang kedua kalau ada yang merasa dirugikan maka segera laporkan ke pos yang terdekat dan jangan pergi lapor kepada warga di kampong. Masyarakat juga harus sadari bahwa aman itu sangat mahal dan sangat diperlukan oleh semua orang. Masyarakat harus menghargai aparat yang ada karena aparat diutus untuk melayani masyarakat,” himbaunya.

Kapolres juga mengajak semua pihak untuk membantu aparat keamanan guna mengatasi persoalan dua desa tersebut sehingga masyarakat akan merasa aman dan tidak ada lagi konflik susulan.

(mon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *