Politik dan Pemerintahan

TP-PKK Ambon Ajak Guru dan Siswa SMPN 7 Cegah Kekerasan Anak

92
×

TP-PKK Ambon Ajak Guru dan Siswa SMPN 7 Cegah Kekerasan Anak

Sebarkan artikel ini
TP PKK Ambon SMPN 7 Cegah Kekerasan

Ambon, Dharapos.com – Ketua TP PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, menegaskan pentingnya peran guru, orang tua, dan lingkungan sekolah dalam mencegah kekerasan terhadap anak. Pesan ini disampaikan dalam sosialisasi anti kekerasan di SMP Negeri 7 Ambon, Senin (3/11/2025).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PKK Kota Ambon, Dinas Pendidikan, serta DP3MD Kota Ambon. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari program unggulan PKK, yaitu “BerOBAT – Belajar Menjadi Orang Tua Hebat”.

Dalam sambutannya, Lisa mengatakan bahwa sosialisasi ini tidak sekadar memberikan informasi, tapi juga mengajak semua pihak memahami pentingnya menciptakan ruang belajar yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Hari ini kami datang bukan hanya untuk memberi informasi, tetapi untuk mengajak kita semua memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dari kekerasan,” ujar Lisa.

Baginya, pencegahan kekerasan tidak bisa hanya mengandalkan aturan sekolah, tetapi juga membutuhkan keteladanan, empati, dan komunikasi yang baik antara guru, orang tua, dan siswa.

Kepala SMPN 7 Ambon, Anthon Anakotta, mengapresiasi kehadiran Ketua TP PKK bersama tim.

“Kehadiran Ibu Lisa adalah bukti perhatian dan cinta bagi para guru serta siswa-siswi kami. Kami harap kegiatan ini jadi motivasi untuk bersama-sama menjaga anak-anak dari segala bentuk kekerasan,” ujarnya.

Anthon menambahkan, sekolah memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk melindungi peserta didik dari kekerasan fisik, verbal, maupun emosional. Karena itu, kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan orang tua harus terus diperkuat.

Sebelum sesi utama dimulai, peserta sosialisasi diajak menonton video pendek tentang dampak kekerasan pada anak dan cara-cara mencegahnya. Video ini menjadi pengantar diskusi yang interaktif dan menyentuh hati.

“Anak-anak bukan hanya masa depan keluarga, tetapi masa depan kota ini. Tugas kita bersama memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, dihargai, dan dicintai,” tegas Lisa.

Kekerasan terhadap anak dapat berbentuk fisik, verbal, emosional, maupun digital. Dampaknya tidak hanya melukai secara fisik, tetapi juga meninggalkan trauma jangka panjang yang memengaruhi kepercayaan diri dan perkembangan anak.

Melalui program seperti BerOBAT, PKK Kota Ambon berupaya memperkuat peran orang tua dan pendidik agar memahami psikologi anak, mendidik tanpa kekerasan, serta membangun komunikasi yang positif.

(dp-53)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *