Ambon, Dharapos.com – Peran ayah dalam keluarga kembali menjadi sorotan pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Melalui tema “Ayah Wajib Hadir”, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN ingin mengajak para ayah untuk tidak sekadar menjadi pencari nafkah, tetapi juga hadir secara utuh dalam proses pengasuhan dan tumbuh kembang anak.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, saat bersilaturahmi dengan sejumlah wartawan di Cafe Ujung JMP, Desa Poka, Kota Ambon, Rabu (24/6/2026).
Menurut Edi, Harganas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk mengingatkan masyarakat bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa.
“Keluargalah pusat pembangunan. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi berkualitas yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Harganas diperingati setiap 29 Juni. Penetapan tanggal tersebut berakar dari sejarah pasca Agresi Militer Belanda II pada 1949, ketika para pejuang yang sebelumnya bergerilya akhirnya kembali berkumpul bersama keluarganya pada 29 Juni 1949. Momentum itu kemudian dikenang sebagai Hari Keluarga Nasional.
Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, BKKBN menilai masih kuatnya budaya patriarki di Indonesia menyebabkan peran pengasuhan sering kali dibebankan sepenuhnya kepada ibu. Padahal, keterlibatan ayah secara emosional, psikologis, dan sosial memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter, kesehatan mental, serta tumbuh kembang anak.
“Yang kita inginkan adalah ayah hadir secara utuh. Bukan hanya menyediakan kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga meluangkan waktu, mendampingi anak belajar, mendengar cerita mereka, serta berbagi tanggung jawab pengasuhan dengan ibu,” kata Edi.
Menurutnya, kehadiran ayah yang aktif dalam keluarga akan memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng pertama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk stunting, kekerasan terhadap anak, hingga permasalahan kesehatan.
BKKBN juga menargetkan peringatan Harganas ke-33 dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran ayah, mendukung percepatan penurunan angka stunting, memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan keluarga, serta memberikan apresiasi kepada keluarga-keluarga inspiratif yang mampu membangun ketahanan keluarga secara mandiri.
Puncak peringatan Harganas ke-33 tingkat Provinsi Maluku akan digelar pada 29 Juni 2026 di halaman Kantor Gubernur Maluku. Tidak hanya diisi dengan upacara, masyarakat juga akan mendapat akses berbagai layanan publik.
“Setelah upacara, masyarakat bisa memanfaatkan layanan administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP dan Kartu Keluarga, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan KB, hingga pengurusan perizinan dari PTSP. Semua layanan ini kami hadirkan agar peringatan Harganas benar-benar memberi manfaat langsung bagi keluarga,” ungkap Edi.
Ia berharap media massa di Maluku dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan semangat Harganas beserta berbagai program Kemendukbangga/BKKBN, sehingga semakin banyak keluarga yang menyadari pentingnya membangun rumah tangga yang harmonis, sehat, tangguh, dan berkualitas.
(dp-53)













