Politik dan Pemerintahan

Hadapi Ancaman El Nino, Perumdam Tirta Yapono Andalkan Sumur Dalam Jaga Pasokan Air Ambon

0
×

Hadapi Ancaman El Nino, Perumdam Tirta Yapono Andalkan Sumur Dalam Jaga Pasokan Air Ambon

Sebarkan artikel ini
IMG 20260806 WA0012

Ambon, Dharapos.com – Ancaman penurunan debit air akibat musim kemarau dan fenomena El Nino mulai diantisipasi Perumdam Tirta Yapono Kota Ambon. Sejumlah sumur dalam di berbagai wilayah dioptimalkan untuk memastikan pasokan air bersih tetap mengalir kepada ribuan pelanggan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima, mengatakan penurunan debit sumber air permukaan merupakan kondisi yang lazim terjadi saat musim kemarau. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan sumber air alternatif sebagai langkah menjaga kontinuitas pelayanan.

“El Nino merupakan suatu proses alam yang terjadi dalam beberapa tahun sekali. Ketika memasuki musim kemarau, debit air permukaan akan mengalami penurunan. Karena itu, Perumdam telah menyiapkan sumur-sumur cadangan agar distribusi air bersih kepada masyarakat tidak terganggu,” ujar Saimima kepada media melalui sambungan telepon, Kamis (6/8/2026).

Salah satu kawasan yang mulai terdampak penurunan debit adalah Wainitu. Wilayah ini melayani sekitar 4.018 kepala keluarga (KK). Untuk menjaga kestabilan pasokan, Perumdam mengoptimalkan sumur dalam yang mesinnya telah diperbaiki sejak sekitar enam bulan lalu.

Sumur tersebut kini dioperasikan setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIT dan dipadukan dengan pasokan dari sumber air permukaan yang masih tersedia.

“Kami telah memperbaiki mesin sumur dalam sejak enam bulan lalu sebagai langkah antisipasi El Nino,” jelasnya.

Strategi serupa diterapkan di kawasan Mangga Dua. Selama ini wilayah tersebut mengandalkan sumber air permukaan dari Kusu-Kusu Sere. Namun, menyusul penurunan debit, Perumdam memperkuat pasokan dengan mengoperasikan dua sumur dalam.

“Dua sumur dalam tersebut mampu menyuplai sekitar 2.000 meter kubik air ke dua bak penampung yang melayani lebih dari seribu pelanggan Perumdam,” katanya.

Meski pasokan berhasil diperkuat, pelayanan di Mangga Dua masih menghadapi kendala. Pelanggan yang berada di kawasan bagian atas belum seluruhnya terjangkau jaringan distribusi.

Karena itu, Perumdam menyiapkan pembangunan satu sumur dalam tambahan. Jika terealisasi, Mangga Dua akan memiliki tiga sumur dalam sebagai penyangga utama pelayanan air bersih.

Sementara itu, kondisi pelayanan di Batu Gajah relatif aman. Sumur dalam yang telah dioperasikan turut memperkuat pasokan dari sumber air permukaan.

Hal serupa dilakukan di Halong Baru dan Halong. Pasokan air di dua kawasan tersebut berasal dari kombinasi sumur dalam dan sumber air permukaan. Perumdam juga merencanakan pembangunan sumur dalam di Halong Atas pada 2026 untuk mengantisipasi kemungkinan berkurangnya debit mata air.

Berbeda dengan wilayah lainnya, Passo masih mengandalkan sumber air permukaan. Kondisi hutan di kawasan tangkapan air yang masih terjaga membuat pasokan air di wilayah tersebut dinilai relatif aman.

“Untuk Passo, kami belum menyiapkan sumur dalam karena sumber airnya masih sangat baik. Pasokan dari sana melayani wilayah Passo, Negeri Lama, BTN, dan ke depan juga akan melayani Benteng Karang,” ungkap Saimima.

Di tengah upaya menghadapi musim kemarau, Perumdam juga terus memperluas cakupan pelayanan. Di Benteng Karang, hampir 80 pelanggan telah mendaftarkan sambungan baru dan ditargetkan mulai menikmati layanan air bersih pada Agustus 2026.

“Kami berharap proses pembayaran pemasangan sambungan rumah dapat segera diselesaikan sehingga pada bulan ini masyarakat Benteng Karang sudah bisa menikmati layanan air bersih,” ujarnya.

Selama ini, sebagian warga Benteng Karang masih mengandalkan air hujan atau membeli air melalui mobil tangki yang tentunya membutuhkan biaya lebih besar.

Pengembangan jaringan juga dilakukan di Lorong Batako, Farmasi Atas. Sekitar 50 pelanggan telah mendaftarkan sambungan baru dan pemasangan ditargetkan rampung pada Agustus ini.

Perumdam bahkan menemukan jaringan air bersih di salah satu kawasan RT Farmasi Atas yang telah dibangun sekitar 10 hingga 15 tahun lalu, namun belum pernah difungsikan.

Pada minggu kedua Agustus, tim teknis akan melakukan uji distribusi untuk memastikan jaringan tersebut masih layak digunakan. Apabila ditemukan kerusakan, perbaikan akan segera dilakukan.

“Yang terpenting, masyarakat dapat memperoleh akses air bersih sesuai instruksi Bapak Wali Kota, karena penyediaan air bersih merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Ambon,” tegas Saimima.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *