Ambon, Dharapos.com — Perumdam Tirta Yapono Kota Ambon mengungkapkan sejumlah kendala dalam proses perbaikan jaringan pipa air bersih, terutama jaringan yang berada di kawasan permukiman masyarakat maupun fasilitas umum.
Plt. Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, mengatakan kondisi jaringan pipa yang telah berusia puluhan tahun menjadi salah satu tantangan dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Piet kepada Dharapos.com melalui sambungan telepon, Kamis (17/9/2026).
Menurut Piet, sebagian besar jaringan pipa Perumdam Tirta Yapono dibangun sejak 20 hingga 50 tahun lalu. Seiring perkembangan permukiman, sejumlah jaringan tersebut kini berada di bawah atau berdekatan dengan bangunan milik masyarakat.
“Perumdam Tirta Yapono merupakan perusahaan yang menyuplai air bersih kepada masyarakat. Namun, terkadang kami mengalami hambatan dalam kerangka perbaikan jaringan. Hal ini mengakibatkan proses perbaikan mengalami keterlambatan dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat,” jelasnya.
Ia menjelaskan, persoalan muncul ketika terjadi kebocoran pada jaringan pipa yang berada di sekitar bangunan masyarakat. Di satu sisi, masyarakat berharap kebocoran dapat segera diperbaiki. Namun, di sisi lain, proses perbaikan membutuhkan pembongkaran, perizinan, hingga koordinasi dengan pemerintah setempat.
“Ketika terjadi kebocoran, masyarakat berharap kami secepatnya melakukan perbaikan. Tetapi ketika kami akan melakukan perbaikan, muncul masalah baru karena membutuhkan proses pembongkaran dan perizinan,” katanya.
Piet menambahkan, kondisi semakin sulit apabila posisi pipa berada di dalam bangunan masyarakat. Tim teknis Perumdam tidak dapat melakukan penanganan secara langsung tanpa melalui proses pembongkaran dan koordinasi terlebih dahulu.
Karena itu, ia berharap masyarakat yang hendak membangun rumah atau bangunan di atas maupun di sekitar jaringan pipa Perumdam dapat terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak Perumdam Tirta Yapono.
Menurutnya, koordinasi sejak awal memungkinkan jaringan pipa dipindahkan atau ditata kembali sebelum pembangunan dilakukan.
“Kami berharap ke depan masyarakat dalam membangun rumah sebagai tempat hunian, kalau terdapat jaringan Perumdam Tirta Yapono di lokasi tersebut, dapat dikoordinasikan dengan kami. Mungkin jaringan pipa itu bisa kami angkat atau pindahkan dari lokasi yang akan dibangun masyarakat,” ujarnya.
Dengan demikian, kata Piet, ketika terjadi kebocoran di kemudian hari, proses perbaikan dapat dilakukan lebih cepat dan sesuai target waktu yang diharapkan masyarakat.
(dp-53)













