Ambon, Dharapos.com – Kepedulian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak kembali ditunjukkan Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ambon, Lisa Wattimena.
Senin (5/10/2026), Lisa kembali menyambangi Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon. Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan kepada 43 anak stunting di negeri tersebut.
Bagi Lisa, bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa. Namun, kehadirannya bersama jajaran Pemerintah Kota Ambon menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat mendapat perhatian dan pelayanan yang dibutuhkan.
“Hari ini beta memberikan bantuan. Tidak seberapa, tapi lihatlah dari keseriusan Pemerintah Kota memperhatikan masyarakat,” ungkap Lisa.
Kunjungan tersebut tidak hanya difokuskan pada penyerahan bantuan. Lisa juga ingin memastikan pelayanan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Negeri Laha benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia mengatakan, Posyandu saat ini memiliki peran yang jauh lebih luas. Tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, Posyandu juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan maupun persoalan yang mereka hadapi.
“Posyandu sekarang tak hanya mengurusi kesehatan. Segala keluhan dan persoalan yang terjadi bisa juga disampaikan,” ujarnya.
Karena itu, Lisa mengajak masyarakat Negeri Laha untuk tidak ragu menyampaikan berbagai kebutuhan maupun persoalan kepada pemerintah melalui pelayanan Posyandu.
“Saya tak hadir sendiri, namun dengan OPD-OPD lingkup Kota Ambon. Apa saja yang mau disampaikan silahkan,” katanya.
Menurut Lisa, keterlibatan berbagai OPD dalam kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus mencari solusi terhadap persoalan yang ada di tingkat negeri.
Di hadapan para kader Posyandu, Lisa juga berharap mereka terus berperan aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kader dinilai memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan warga dan menjadi salah satu ujung tombak pelayanan di tingkat bawah.
Kunjungan ke Negeri Laha sekaligus menjadi penegasan bahwa keberadaan Posyandu tidak sekadar berbicara tentang kesehatan ibu dan anak, tetapi menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
(dp-53)














