Daerah

Aktivis Muda Ini Kembali Kecam Pihak Penentang Kemajuan Kei Besar

103
×

Aktivis Muda Ini Kembali Kecam Pihak Penentang Kemajuan Kei Besar

Sebarkan artikel ini

Peta Kei Besar
Peta Kepulauan Kei

Langgur, Dharapos.com – Kerja keras Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun untuk membangun kabupaten bertajuk Larvul Ngabal agar setara dengan wilayah lain terus gencar dilakukan.

Terbaru, Bupati Hanubun meminta dukungan Pemerintah Provinsi Maluku untuk segera mempercepat realisasi pembangunan Jalan Trans Kei Besar yang disampaikan dalam Musrenbang RKPD 2020, yang berlangsung 22-23 April 2021.

Sayangnya, oleh sekelompok orang yang tidak menyukai atau menghargai perjuangan panjang Pemda bersama masyarakat setempat menilai miring terobosan mulia itu. 

Menanggapi itu, aktivis muda setempat Ferdinan Julius Renel, SH kembali melontarkan kecaman keras. 

“Hanya orang buta yang tidak dapat melihat kemajuan pembangunan di Kabupaten Maluku Tengara yang saat ini tengah gencar dilaksanakan pada berbagai aspek guna mengejar ketertinggalan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” kecamnya, di Langgur, belum lama ini. 

Renel menegaskan kerja keras Pemda memperjuangkan Jalan Trans Kei Besar di RPJMN merupakan suatu tindakan yang benar-benar nyata untuk membuka keterisolasian masyarakat di pulau Nuhuyut itu. 

“Mengapa? Karena Pulau Kei Besar adalah wilayah yang selama ini sangat tertinggal bahkan angka kemiskinannya pun sangat tinggi, sebagai akibat dari keterbatasan akses transportasi,” tegasnya.

Karena itu, gebrakan Pemda untuk menjawab kesulitan masyarakat di Kei Besar disambut positif bahkan riang gembira oleh seluruh komponen masyarakat di pulau itu. 

Kesulitan akses tranpotasi telah dirasakan masyarakat disana sejak lama padahak sesungguhnya fasilitas itu merupakan urat nadi tumbuhnya perekonomian masyarakat kecil serta berdampak pada berbagai aspek kehidupan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. 

Oleh karena itu, sebagai elemen pemuda Kei Besar,  Renel meminta semua pihak untuk memberikan perhatian serius bahkan dukungan terhadap terbosan pemerintah itu.

“Kita juga tak menampik kalau pembangunan suatu daerah tak akan lepas dengan kritik atau kontrol publik dari berbagai elemen demi menjaga roh pembangunan itu berjalan sebagaimana mestinya,” akuinya. 

Renel secara khusus menyoroti pernyataan Jan Sariwiating selalu pimpinan LIRA Maluku.

“Kita sesalkan orang seperti ini secara membabi buta menyerang wilayah-wilayah privasi dan tidak mengetahui kondisi serta realitas Maluku Tenggara,” kecamnya. 

Renel menegaskan tuduhan-tuduhan dimaksud sangat bertendensi dan diduga sarat kepentingan yang pada ujungnya hanya untuk menghambat pembangunan di Malra.  

Ia memastikan tidak akan kompromi maupun memaksakan Kejaksaan agar menghentikan proses penyelidikan sebuah kasus korupsi. 

“Akan tetapi kita juga harus menghormati asas kepastian hukum dan memberikan kepercayaan penuh kepada Kejaksaan tanpa harus mendikte kerja-kerja mereka. Selama ini Maluku Tenggara masih tertinggal dari daerah lain sehingga terbosan yang dilakukan oleh Bupati harus didukung oleh seluruh komponen masyarakat Kei Besar,” tegasnya. 

Selaku aktifis PDI Perjuangan, Renel meminta semua pihak untuk bergandengan tangan membantu Pemda berjuang mengejar kesejateran di daerah ini.

“Mari kita bergandengan tangan membangun Maluku Tenggara, karena yang mengerti tentang kita dan budaya kita adalah kita sendiri,” tandasnya.

Renel juga secara khusus menyoroti Jan Sariwating selaku Direktur Lira Maluku. 

Ia mengingatkan yang besangkutan untuk tidak asal bicara soal pembangunan di Nuhu Evav.

“Prinsipnya saya siap berdebat dan uji bukti dengan saudara,” pungkas mantan Ketua Komisiariat GMNI Hukum Unpatti Ambon ini. 

(dp-52)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *