![]() |
| Ketua Komisi C DPRD MTB, Sonny Hendra Ratissa |
Saumlaki, Dharapos.com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) melalui rapat Komisi C pekan kemarin, telah bersepakat untuk mengeluarkan rekomendasi dukungan kepada Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) MTB saat ini yakni Adam Arnold Lewier.
Lewier didukung untuk kembali melanjutkan roda kepemimpinan sambil menanti proses perekrutan hingga seleksi dan penetapan Dirut PDAM yang baru sesuai regulasi yang berlaku.
“Hasil pembahasan kami di Komisi C, Dirut PDAM yang sekarang ini kinerjanya masih bagus. Ini dibuktikan dengan audit penggunaan anggaran tahun 2016 itu adalah Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP. Selain itu, sesuai pantauan kami saat ini ada peningkatan pelayanan terhadap masyarakat di sejumlah kecamatan yang dioperasikan oleh PDAM,” kata Ketua Komisi C DPRD MTB, Sonny Hendra Ratissa kepada Dhara Pos di Saumlaki.
Ia mengaku memahami sungguh tentang masa berakhir jabatannya tahun ini, namun selain prestasi kerja dan kemampuannya dalam memanejerial perusahaan tersebut, Lewier juga perlu melanjutkan pekerjaan saat ini sehingga tidak terjadi kekosongan kepemimpinan.
“Jadi, intinya bahwa beliau masih harus dipertahankan sambil menunggu proses fit and proper test sesuai dengan Peraturan daerah yang kita tetapkan. Saya kira yang bersangkutan masih patut untuk dipertahankan,” cetus Ratissa.
Ketua Fraksi PKPI DPRD MTB ini juga menegaskan agar dalam proses pergantian pimpinan PDAM yang baru nanti, Pemkab tidak memilih oknum tertentu karena faktor kedekatan emosional melainkan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dalam Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Dewan Pengawas, Direksi dan Kepegawaian PDAM.
Hal ini ditegaskannya menyusul beredarnya informasi jika posisi Dirut pengganti Lewier akan ditempati oleh sejumlah politisi yang turut berjuang memenangkan Fatlolon-Utuwaly dalam proses Pilkada kemarin.
“Yang pasti saya sebagai pimpinan Komisi C tidak sependapat jika sistem perekrutannya hanya karena tim sukses dan lain-lain. Saya kira kita selalu berikan dana penyertaan modal dan sebagainnya, dengan kisaran Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar ini dengan alasan pelayanan kebutuhan air kepada masyarakat bukan hanya di Saumlaki melainkan di kecamatan lain. Karena itu kita butuh figur yang tepat dan punya pengalaman untuk mengelola PDAM di kabupaten ini,” tegas Ratisa.
Rekomendasi Komisi C yang bakal disampaikan kepada Pemkab tersebut mendapat dukungan dari elemen pemuda.
Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) MTB, Ongen Laiyan menilai kalau langkah yang dilakukan oleh Komisi C tersebut tepat dan perlu disambut baik oleh Pemkab.
“Saya kira, rekomendasi Komisi C ini tidak keluar serta-merta ibarat ‘bim salabim’, melainkan yang pasti sudah dipertimbangkan secara matang soal bagaimana mempertahankan yang bersangkutan sesuai kinerjanya. Kinerja Lewier sangat baik dan PDAM kalau mendapat predikat WTP dari BPK maka PDAM MTB sangat sehat dan patut diapresiasi,” tandasnya.
Senada dengan Ratissa, Ongen berharap pula agar dalam perekrutan Dirut PDAM yang baru tetap dilakukan sesuai mekanisme.
“Dengan demikian Dirut yang baru nanti memiliki kemampuan untuk tetap mempertahankan predikat WTP maupun terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat seperti yang telah dilakukan selama ini,” tukasnya.
(dp-18)













