![]() |
| Para peserta pelatihan ditunjukkan praktek tindakan awal terhadap korban penyakit jantung |
Saumlaki, Dharapos.com
Walau belum beroperasi, INPEX lagi-lagi kembali melakukan serangkaian program kemasyarakatan melalui program investasi sosialnya (social investment).
Kali ini INPEX, salah satu programnya di bidang kesehatan melalui pelatihan ACLS (Advanced Cardiac Life Support).
Sebagaimana siaran pers yang diterima Rabu (9/2), dijelaskan bahwa kegiatan tersebut sudah dilaksanakan pekan kemarin, 27-29 Januari 2017 dengan mengambil lokasi di Hotel Galaxy, Saumlaki.
Pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait tindakan awal terhadap korban penyakit jantung, dihadiri oleh hampir seluruh tenaga medis yang berada di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).
“Kami melihat ACLS merupakan salah satu standar keahlian kompetensi yang harus dikuasai dan menjadi prasyarat bagi tenaga medis terutama yang bergerak di bidang kegawatdaruratan dan intensif baik di tingkat pelayanan dasar maupun di rumah sakit. Oleh karena itu, kami berharap ke depan seluruh tenaga medis di MTB mengerti dan mampu mengaplikasikan hasil dari pelatihan ini pada saat dibutuhkan dalam penanganan kegawatan jantung,” ujar Dokter Perusahaan INPEX Corporation, Royanul Arief.
Menurutnya, penguasaan tindakan medis dalam mengenal dan mengatasi kegawatan jantung adalah suatu hal yang sangat penting dan harus di pahami dan di jalankan oleh setiap dokter dalam praktek sehari-hari terutama di daerah kategori sangat terpencil.
Kejadian henti jantung mendadak masih merupakan penyebab kematian yang cukup tinggi bagi negara maju maupun berkembang seperti Indonesia.
![]() |
| Demo lainnya yang juga ditunjukkan kepada peserta pelatihan terkait tindakan bagi pasien jantung |
Kasus henti jantung bertanggungjawab terhadap 60 persen angka kematian pada pasien jantung koroner.
dr. Roy menambahkan, kematian karena jantung seperti fenomena gunung es yang sebenarnya banyak terjadi di masyarakat tetapi tidak terdeteksi.
Selain henti jantung, terjadinya gagal jantung akut, syok dan gangguan irama jantung juga dapat menyebabkan kematian yang cukup tinggi pada pasien dengan gangguan jantung.
Tindakan yang cepat dan tepat pada menit pertama oleh tenaga medis terlatih akan mengurangi komplikasi kematian saat terjadinya henti jantung, gagal jantung akut dan syok.
INPEX menggandeng PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia) bekerjasama dengan pihak rumah sakit RS Margretty Saumlaki mengadakan pelatihan ACLS dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga medis di MTB dalam hal penanganan kegawatan jantung.
dr. Roy menambahkan, pelatihan ACLS merupakan salah satu dari rangkaian program kesehatan yang akan dilakukan INPEX dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kualitas tenaga medis di MTB tahun ini.
Program lainnya yang akan menyusul antara lain pelatihan Advance Trauma Life Support (ATLS) dalam rangka peningkatan kemampuan tim medis dalam penanganan trauma.
Selain itu, INPEX juga akan melakukan penilaian sarana dan prasarana penunjang penangan kegawat-daruratan di RSUD Magretti dan juga membantu pengaturan tata ruang di ruang gawat daruratnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh tim medis RSUD Magretti akan lebih mengenal alat-alat medis untuk penanganan kegawat-daruratan serta memiliki ruang Unit Gawat Darurat yang sesuai standar.
dr. Roy berharap program – program dari INPEX ini dapat menambah dan meningkatkan kemampuan penanganan kegawat-daruratan di RSUD Magretti dan di Pulau Tanimbar secara khusus sehingga dapat memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Tanimbar pada umumnya.
![]() |
| Foto bersama |
Asisten III Bidang Administrasi Umum MTB dr. Edwin Tomasoa dalam kata sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak INPEX atas terselenggaranya pelatihan ini.
“Jujur, kalau bukan dari INPEX, saya tidak yakin kita sanggup untuk menghadirkan pelatihan ini di MTB mengingat biayanya yang cukup mahal,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan MTB, dr. Juliana C. Ratuanak mengaku pelatihan yang diselenggarakan oleh INPEX sangat membantu program Pemerintah daerah khusunya dalam meningkatkan kualitas dan kesigapan tenaga medis menghadapi kasus-kasus khusus seperti penyakit jantung di MTB.
“Ini seperti penyegaran bagi kita para dokter disini. Karena terakhir kita mendapatkan ACLS ini dulu sewaktu kuliah, namun materi tersebut kebanyakan sudah banyak yang terlupakan sehingga kami sangat menyambut baik pelatihan ini,” ujar Juliana.
Sementara itu, salah satu peserta dr. Lambertus mengatakan bahwa pelatihan ACLS ini sangat berguna sekali untuk meningkatkan ketrampilan dokter terutama untuk dokter- dokter muda yang ada di daerah Saumlaki.
“Saya berharap besar semoga pelatihan seperti ini dapat rutin diadakan di Saumlaki karena saya melihat ini sangat bermanfaat.” tukasnya.
(dp-18)















