Papua, Dharapos.com
Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP MH yang diwakili Sekda TEA. Hery Dosinane, S.IP resmi mencanangkan Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Pada Perempuan yang ditandai dengan pembukaan selubung papan nama Klinik Diagnostik Dini Kanker Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Papua.
![]() |
| Peresmian Klinik Diagnostik Dini Kanker Cab. Papua |
“Program nasional yang dicanangkan hari ini bertujuan untuk menggerakkan partisipasi masyarakat untuk periksa IVA dan PAP SMEAR. Pasalnya selama ini kita mengabaikan hal itu, sehingga banyak perempuan yang meninggal,” ungkapnya, saat meresmikan Klinik Diagnostik Dini Kanker Yayasan Kanker Indonesia Cabang Papua di Jayapura, Selasa (21/4).
Berdasarkan kesehatan di Provinsi Papua, 17 persen kematian Perempuan karena penyakit kanker. Apakah itu kanker serviks atau yang dikenal dengan kanker mulut rahim, dan kanker payudara.
“Pada kesempatan yang baik ini marilah kita bersama-sama berkampanye mengajak sesama kita untuk segera memeriksa IVA dan PAP SMEAR,”himbaunya.
Sekarang ini, lanjut Sekda, Pemprov dan instansi terkait hanya fokus pada HIV/AIDS dan mengabaikan penyakit kanker.
“Kita tahu, HIV AIDS sudah ada obat ARV yang terus menerus di minum oleh penderita maka akan menangkal penyebaran virusnya demikian juga kanker telah ditemukan penangkalnya berupa vaksin pencegahan yang diberikan kepada anak perempuan dan remaja putri usia 9 sampai 15 tahun, namun vaksin tersebut agak mahal,”jelasnya.
Sekda juga meminta pimpinan SKPD, BPJS, UP2KP dan Yayasan Kanker Indonesia serta organisasi wanita lainnya bergandengan tangan menggerakkan masyarakat untuk memeriksa IVA dan PAP SMEAR sejak dini.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Yulce W. Enembe, SH mengatakan pencanangan gerakan deteksi dini kanker pada perempuan merupakan program nasional yang bertepatan dengan hari kartini bertujuan untuk menggerakan partisipasi kaum perempuan di Papua.
“Semangat Kartini memberikan motivasi kepada kita sebagai kaum perempuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam berbagai bidang pembangunan,” kata dia.
Yulce juga menjelaskan, sudah saatnya kaum perempuan membuktikan peranan bahwa jabatan-jabatan tertentu sudah diduduki oleh kaum perempuan yang tidak kalah dari laki-laki.
“Kita harus membentengi diri kita dari virus-virus yang membahayakan kesehatan kita dengan cara menggandakan pemeriksaan IVA dan PAP SMEAR sedini mungkin sehingga terhindar dari penyakit yang membahayakan dan mematikan yaitu kanker serviks,” bebernya.
Dikatakan Yulce, dengan alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) 80 persen ke Kabupaten/Kota diharapkan dapat digunakan semaksimal mungkin untuk pembelian vaksin dan peralatan yang lengkap kepada rumah sakit, puskesmas dan posyandu-posyandu yang tersebar di Kabupaten/Kota se-Papua untuk menanggapi pemeriksaan IVA dan PAPMERAS terutama kepada masyarakat yang kurang mampu.
“Saya mengajak kita bersama-sama bergandeng tangan untuk sama-sama mensosialisasikan pentingnya pemeriksaan IVA dan PAPMEARS sejak dini khususnya bagi Kartini-kartini muda yang ada di Provinsi Papua agar menjaga dan memelihara kebersihan organ reproduksinya secara baik dan benar,” ajaknya.
(Piet)





