![]() |
| Logo MTQ |
Piru, Dharapos.com
Demi terwujudnya sebuah prestasi memuaskan yang dapat diraih pada pelaksanaan even MTQ Provinsi Maluku ke-26 di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), tanggal 16-23 Mei 2015 ini, selaku tuan rumah, semua elemen di Kabupaten SBB lebih khusus panitia MTQ, dituntut harus benar-benar bekerja maksimal dalam mempersiapkan segala sesuatu secara lengkap dan matang terhadap berbagai kebutuhan untuk pelaksanaan even itu sendiri.
Terkait semua itu, DPRD SBB, Kamis (16/4), menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama panitia MTQ.
Rapat tersebut digelar dengan tujuan guna mengevaluasi sudah sejauh mana kesiapan panitia melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
RDP itu juga untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi sebagaimana yang dikeluhkan panitia, terutama pada kebutuhan penganggaran.
RDP yang diikuti seluruh anggota dewan serta dihadiri semua unsur kepanitiaan itu, membahasakan banyak hal. Namun yang menjadi sorotan pembahasan yakni jumlah anggaran yang dialokasikan.
Panitia menilai, anggaran sebesar Rp.14 miliar yang dialokasikan Pemkab SBB melalui persetujuan DPRD tidaklah cukup dalam memenuhi semua operasional pelaksanaan MTQ.
Olehnya itu, pihak panitia meminta DPRD agar menyetujui ulang revisi anggaran MTQ sebesar Rp 20 miliar yang baru diusulkan panitia melalui badan anggaran eksekutif yakni Pemkab SBB.
Pihak panitia berdalih, ada beberapa kebutuhan mata anggaran yang cukup penting untuk membiayai sejumlah pekerjaan namun belum dimasukkan dalam rincian belanja kepanitiaan yang sudah disahkan.
Kebutuhan itu baru muncul belakangan setelah panitia menemui beberapa kendala yang tidak diduga sebelumnya.
“Ada beberapa sarana gedung yang akan dipakai untuk kelangsungan pelaksanaan MTQ, seperti Gedung Balai desa Waimital, Gedung sekolah di Pelita Jaya dan Toilet di Mesjid Raya Gemba itu mengalami kerusakan cukup lumayan dan semua itu membutuhkan biaya besar untuk memperbaikinya.
Sementara biaya yang dibutuhkan untuk perbaikannya belum terinci dalam kebutuhan belanja yang sudah disahkan. Dan masih banyak kebutuhan lainnya. Sebab-sebab itulah, kami mengusulkan adanya penambahan anggaran,” kata Ketua Panitia MTQ, Hi. Muhammad Husni saat RDP berlangsung.
Menanggapi hal itu, pihak DPRD sendiri mengaku siap memberikan legitimasi terhadap pengusulan perubahan anggaran MTQ tersebut. Namun sebelum disetujui, pihak DPRD meminta laporan terinci dari masing-masing seksi kepanitiaan terkait kekurangan-kekurangan apa saja yang melatarbelakangi alasan pengusulan penambahan anggaran tersebut.
“Untuk kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini, kita siap setujui berapa pun penambahan yang diminta Panitia. Tapi tidak asal-asalan begitu saja, semua itu harus melalui rasionalisasi kebutuhan anggaran yang terinci dari panitia. Sehingga kami bisa mengetahui bobot pengeluarannya seberapa besar dan peruntukannya untuk apa saja, supaya semuanya bisa dipertanggung jawabkan ,” ungkap anggota Fraksi Nasdem Ismail Marasabessy .
Dewan menilai, anggaran sebanyak Rp.14 miliar itu sudah mampu mengakomodir seluruh kebutuhan operasional MTQ.
Pasalnya, sebagaimana dipaparkan pihak panitia, penyelesaian keseluruhan kebutuhan untuk MTQ sudah mencapai 60 persen. Dan anggaran yang sudah dihabiskan untuk menyelesaikan 60 persen hal-ihwal kebutuhan MTQ tersebut baru Rp.1,7 miliar.
“Itu berarti, masih ada sisa anggaran Rp.12,3 miliar yang tersedia dapat memenuhi separuh kebutuhan MTQ yang hanya tersisa 40 persen tersebut,” urainya.
DPRD bahkan memberikan apresiasi yang penuh terhadap kinerja panitia tersebut. Karena sebagian anggota DPRD menilai, walau alokasi anggaran yang sudah digunakan panitia baru mencapai kurang lebih Rp1,7 miliar dari total anggaran MTQ sebesar Rp14 miliar itu, namun panitia sudah mampu mengerjakan sebahagian besar dari keseluruhan kebutuhan persiapan MTQ hingga mencapai 60 persen.
“Anggaran MTQ yang sudah digunakan panitia dalam memenuhi berbagai kebutuhan yang ada, baru Rp1,7 miliar atau 13 persen dari total anggaran Rp 14 miliar yang disiapkan. Jika dikorelasikan dengan hasil kerja panitia secara keseluruhan yang sudah mencapai 60 persen itu, maka ini sesuatu yang sungguh luar biasa. Ini patut kita apresiasi,” ujar La Ode Risno dari Fraksi Amanat Keadilan.
Di kesempatan itu, DPRD juga mengkritisi banyak hal terkait beberapa kesiapan jelang MTQ yang dinilai masih kurang.
Pihak DPRD berharap semua kekurangan-kekurangan itu segera dibenahi dapat diselesaikan secepat mungkin. Sehingga di H-10 MTQ tersebut berlangsung, semua kebutuhan persiapan MTQ rampung.
“Pelaksanaan MTQ ini bukan saja hajatnya basudara Muslim, tetapi kita semua yang ada di SBB. Jika kegiatannya berjalan tidak maksimal, yang malu bukan saja basudara Muslim. Tetapi kami masyarakat Kristiani juga sangat merasa malu, karena pasti dinilai kami tidak mendukung secara penuh pelaksanaan MTQ ini. Untuk itu kami sangat berharap agar segala kebutuhan MTQ ini dipersiapkan secara lengkap dan matang. agar semua orang merasa puas dengan hasil kerja tuan rumah,” pungkas anggota Fraksi PDIP, Andreas Kolly .
Pihak legislatif juga menyentil adanya sejumlah kebutuhan belanja di beberapa perangkat kepanitiaan yang dianggap tidak perlu mendapat dukungan anggaran yang besar sementara di seksi lain ada yang membutuhkan anggaran lebih.
Olehnya itu, DPRD meminta supaya mata anggaran yang sudah dialokasikan untuk kebutuhan belanja pada perangkat-perangkat panitia dimaksud, agar dialihkan ke unsur-unsur panitia lainnya yang membutuhkan anggaran besar tersebut.
(Udy)













