![]() |
| DR. Robert J. Betaubun, S.Pd, M.Pd |
Jayapura,Dharapos.com
Kompetisi Futsal Maskei Cup II yang digelar Persatuan Masyarakat Kei (Permaskei) Kota Jayapura sejak Senin (23/3) resmi berakhir.
Tampil sebagai juara pertama, tim futsal LAAR BEB FC disusul runner up YABAR WULL FC. Sedangkan posisi tiga direbut tim BUBY II TABOB FC.
Untuk gelar top skor diraih Richard Rahakbauw dari LAAR BEB FC, sementara gelar pemain terbaik menjadi milik Imen dari tim Futsal HANG OUT FC.
Penyerahan piala bagi para juara dilakukan oleh Ketua Kerukunan Maskei Kota Jayapura, DR. Robert J. Betaubun, S.Pd, M.Pd, yang bertempat di kediaman Ketua Kerukunan Maskei, kompleks Universitas Ottow Geissler Papua, Kotaraja Dalam, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (4/4).
Selain ketua Kerukunan Maskei kota, turut hadir Sekretaris Umum Maskei kota, ketua Pemuda Maskei (Pemaskei) Kota dan para sesepuh Maskei, serta 12 manajer tim Futsal Maskei yang ada di kota Jayapura.
Hadiah yang diberikan kepada para pemenang yakni piala bergilir dan tetap, pemain favorit, top skor, dan manajer serta piagam penghargaan bagi wasit.
Selain itu juga, kepada tim juara diberikan uang pembinaan dari Walikota Jayapura, Ketua Maskei kota, istri ketua Maskei kota, dan ketua Pemaskei Kota.
Betaubun kepada Dharapos.com mengatakan, penyerahan tropi Maskei ke II tahun 2015 ini merupakan bagian untuk mengevaluasi semua kegiatan yang telah dilaksanakan sekaligus lebih mempererat tali persaudaraan satu dengan yang lainnya.
“Ini merupakan bagian dari upaya untuk mengonsolidasi tim juara dengan membentuk tim Futsal Maskei kota Jayapura yang akan dipersiapkan guna mengikuti turnamen yang akan dilakukan nanti,” ungkapnya.
Selain itu juga, digelarnya jamuan makan bersama sebagai upaya untuk membangun kembali silaturahmi diantara satu dengan yang lain serta menyatukan dua komunitas untuk melengkapi segala kekurangan, segala permasalahan dan silang pendapat yang telah dilalui bersama dalam momen tersebut.
“Dan ini merupakan momen yang sangat berarti bagi masyarakat Kei yang ada di kota Jayapura untuk saling menghargai satu sama lain, yang tua dan yang muda sehingga adat yang begitu kental di daerah Maluku Tenggara baik Kei besar maupun Kei Kecil dapat terpelihara dengan baik,” pungkasnya.
Sebelumnya, guna menjalin hubungan persaudaraan antara pemuda, pelajar, dan masyarakat Kei yang berdomisili di kota Jayapura, Persatuan Masyarakat Kei (Permaskei) di ibukota Provinsi Papua tersebut melaksanakan Kompetisi Futsal kedua tahun 2015.
Kompetisi ini secara resmi digelar, Senin (23/3) untuk memperebutkan Piala Pemaskei Kota Jayapura.
“Kompetisi ini merupakan bagian dari kegiatan rutin tahunan dalam upaya untuk membina hubungan keakraban antara masyarakat Kei sekaligus tetap terjalin hubungan kerukunan dan pembinaan bakat pemuda dan pelajar Kei,” terang Ketua Permaskei Kota Jayapura, DR. Robert J. Betaubun, kepada Dharapos.com, Senin (23/3) disela-sela turnamen.
Bagi para pemuda dan pelajar Kei agar dapat dibina serta aktif mengikuti berbagai kegiatan yang positif sehingga tidak terjerumus dalam hal-hal yang dapat merugikan para pemuda itu sendiri.
![]() |
| Penyerahan tropi juara |
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini dilaksanakan bagi pemuda pelajar dan masyarakat Kei yang ada di kota Jayapura, serta dalam rangka pembentukan salah satu tim futsal yang nantinya akan dilibatkan dalam turnamen Futsal baik di tingkat kota maupun provinsi.
“Pada ajang ini akan dicari salah satu klub yang bakal menjadi klub andalan dari generasi muda Kei untuk diikutsertakan dalam berbagai turnamen futsal,” tambah dia.
Betaubun juga mengatakan tujuan utama kompetisi ini adalah untuk menjaga hubungan tali persaudaraan sesama generasi Kei.
“Ini juga merupakan salah satu upaya untuk menjauhkan generasi muda Kei yang ada di kota Jayapura dari kegiatan-kegiatan negatif, dan meningkatkan tali persaudaraan,” kata dia.
Diakuinya, turnamen Futsal ini hanya melibatkan bapak atau mama asli Kei,dan kompetisi ini hanya bagi pemuda dan pelajar masyarakat Kei yang ada di kota Jayapura dan tidak untuk klub umum.
“Namun ke depan, kompetisi ini akan terbuka juga untuk umum karena saat ini baru dilakukan untuk generasi muda Kei dalam rangka pembinaan karakter mereka,” akuinya.
Harapan Betaubun, agar para pemuda pelajar masyarakat Kei dapat mengikuti kompetisi Futsal ini dengan baik sehingga menghasilkan pemain-pemain terbaik .
“Dan yang lebih utama adalah terjalin hubungan persaudaraan satu sama lain sehingga terjaga dengan baik,” tutupnya.
Turnamen futsal ini akan memperebutkan piala bergilir,piala tetap dan uang pembinaan. Untuk juara I mendapat hadiah uang pembinaan sebesar 3 juta rupiah, juara II 2,5 juta rupiah dan juara III, 2 juta rupiah.
(Harlet)






