PAPUA

Pembangunan Tugu Tuhan Yesus Di Jayapura Belum Jadi Prioritas

139
×

Pembangunan Tugu Tuhan Yesus Di Jayapura Belum Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

Jayapura, Dharapos.com
Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, S.IP MH telah mencanangkan pembangunan patung atau tugu Tuhan Yesus di kawasan Tanjung Base-G, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.

Ir. Michael Kambuaya
Ir. Michael Kambuaya

Namun hingga saat ini pelaksanaan pembangunan belum dilaksanakan karena tidak masuk dalam program prioritas Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua, Ir. Michael Kambuaya mengatakan, alasan  pembangunan patung Tuhan Yesus mengapa tidak menjadi prioritas, karena pihaknya lebih fokus pada pembangunan infrastruktur Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX di Papua tahun 2020 mendatang.

Lebih lanjut, jelas dia, saat ini rencana pembangunan patung Tuhan Yesus sudah masuk pada tahap penyelesaian Detail Engineering Design (DED) atau perencanaan teknis, dan tahun depan sudah bisa dibangun.

“Jadi, pembangunan bisa dimulai tahun depan, tetapi program ini tidak menjadi prioritas, kita akan lihat ketersediaan anggaran, karena fokus kita sekarang untuk PON ke XX di Papua tahun 2020,” Kata Michael Kambuaya kepada wartawan usai menghadiri rapat persiapan Musrembang, Raker Bupati/Walikota  dan Persiapan Pameran dua tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, di Sasana Karya Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Selasa (24/3).

Terkait dengan penyelesaian hak ulayat, Michael Kambuaya mengaku akan membicarakan dengan pihak adat setempat.

“Ya, jadi kita harap sebelum pembangunan dimulai tahun depan, penyelesaian pembebasan tanah sudah selesai,”jelasnya.

Untuk itu, diharapkan pembangunan patung Tuhan Yesus ini menjadi suatu simbol perdamaian di Tanah Papua sesuai dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera dan menjadi patung selamat datang untuk kapal dan pesawat yang datang ke Tanah Papua.

“Siapapun yang datang ke Tanah Papua akan diberkati oleh patung Tuhan Yesus ini. Entah umat Kristen atau Muslim, sehingga perdamaian di Papua itu terwujud,” cetus Kambuaya mengulangi pernyataan Gubernur.

Sementara itu, terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX tahun 2020 di Papua, diakuinya, membutuhkan dana cukup besar kurang lebih 10 triliun rupiah.

Lebih lanjut, dikatakan Kambuaya, total dana 10 triliun rupiah untuk pelaksanaan event nasional 4 tahunan ini dengan rincian, pembangunan infrastruktur sebesar 5 triliun rupiah, pembelian peralatan 2 triliun rupiah dan biaya penyelenggaraan PON sendiri 3 triliun rupiah.

“Total anggaran yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan PON kalau ditotal kurang lebih Rp 10 Triliun,” terangnya.

Kambuaya yang juga Ketua Pengurus PASI Provinsi Papua ini mengatakan, dana 10 triliun tersebut untuk pembangun venue di lima wilayah yang telah ditetapkan sebagai penyelenggara yaitu, Kota/Kabupaten Jayapura, Biak, Wamena, Merauke dan Mimika.

“Ya, kita sudah bicarakan di Biak beberapa waktu lalu dan biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 10 triliun. Jadi kebutuhan anggaran ini yang kita akan bicarakan dengan Bupati/Walikota pada Musrembang bulan depan di Jayapura,”ungkap dia.

Untuk itu, pihaknya akan meminta bantuan dana dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pemuda dan Olaharaga Republik di Jakarta karena kegiatan PON ini merupakan even nasional.

“Ya, mudah-mudahan bantuan yang diminta bisa disetujui, kita berharap kalau bisa dari total kebutuhan anggaran 10 triliun tersebut, Pemerintah Pusat bisa membantu 5 triliun rupiah itu sudah sangat bagus,”pungkas Kambuaya.
 
(Piet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *