Daerah

Bertambah Rusak, Warga Keluhkan Kondisi Jalan Lintas Ohoirenan – Nerong

70
×

Bertambah Rusak, Warga Keluhkan Kondisi Jalan Lintas Ohoirenan – Nerong

Sebarkan artikel ini
Jalan lintas ohoirenan
Kondisi jalan lintas Ohoirenan – Nerong yang rusak akibat tergerus air

Elat, Dharapos.com
Warga masyarakat yang bermukim di kawasan Ohoirenan mengeluhkan pihak kontraktor yang menangani pekerjaan jalan lintas Ohoirenan – Nerong, Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara.

Pasalnya, kondisi jalan lintas tersebut pasca dilakukan penggusuran malah menjadi semakin rusak akibat tergerus air apalagi jika terjadi hujan yang turun berjam-jam.

Mereka pun meminta agar segera diambil langkah untuk menanggulangi kerusakan di jalan lintas dimaksud.

Kepada Dhara Pos, salah satu warga masyarakat Ohoirenan, YU, mengaku menyesalkan kinerja para pekerja jalan lintas tersebut karena tidak memperhitungkan dengan baik dan teliti saat dilakukan penggusuran.

“Memang jalan lintas Ohoirenan – Nerong baru saja digusur sekaligus dilakukan pembersihan namun karena mereka (pekerja, red) tidak memperhatikan kondisi saluran pembuangan sehingga akhirnya air melalui jalan sehingga lebih tambah hancur atau rusak,” bebernya.

Diakui YU, setelah dirinya mengecek lokasi pekerjaan, ternyata tidak ada satupun saluran pembuangan air yang dibuat.

“Termasuk juga deker atau gorong-gorong makanya air mengalir menghancurkan jalan,” akuinya.  

Melihat kondisi ini, YU mendorong agar masalah ini secepatnya dikomunikasikan para pekerja di lapangan dengan kontraktor agar segera dilakukan perbaikan.

“Karena saat ini, masyarakat tetap menggunakan jalan ini meski masih dalam proses pengerjaan oleh pihak kontraktor sebagaimana yang dilakukan pada sejumlah ruas jalan lainnya di Kei Besar,” imbuhnya.

YU juga menyinggung soal pengawas proyek dari Dinas PU Kabupaten Malra yang jarang terlihat di area pekerjaan.

“Dari pantauan kami, jarang terlihat pengawas dari Dinas PU setempat yang melaksanakan tugas memantau pekerjaan. Malah sering kali setelah selesai pekerjaan, baru terlihat ada petugas yang turun untuk mendokumentasikan hasil pekerjaan di lapangan, ini kan aneh,” bebernya.

YU kembali menegaskan bahwa masyarakat setempat tidak pernah menolak pekerjaan perbaikan jalan yang dilakukan pihak kontraktor.

Namun, ia juga mengingatkan jika dalam pekerjaan tersebut agar tetap memperhatikan kepentingan masyarakat selama proyek berlangsung.

“Intinya kami masyarakat mendukung seluruh pekerjaan yang dilakukan pihak kontraktor karena semua ini untuk kepentingan kami juga,” tukasnya.


(dp-20)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *