![]() |
| Bupati Bitsael S. Temmar saat menggelar konferensi pers di ruang kerjanya, Sabtu (17/2) siang menyikapi kondisi terkini pasca Pilkada MTB |
Saumlaki, Dharapos.com
Menyinggung soal stabilitas masyarakat di Maluku Tenggara Barat (MTB), Bupati setempat, Bitsael S. Temmar menilai telah terjadi instabilitas pasca kegiatan pemungutan suara 15 Februari kemarin.
Hal itu terindikasi, dengan adanya kepentingan orang-orang tertentu yang sengaja membuat instabilitas keamanan di MTB terganggu.
Bupati mencontohkan terkait persoalan pada salah satu TPS di desa Olilit yang berujung pada demonstrasi besar-besaran dengan mengerahkan massa dari sejumlah desa semenjak dua hari lalu, dimana hal itu menurutnya telah membuat instabilitas di daerah julukan Duan-Lolat itu terganggu, padahal nyatanya tidak ada persoalan di TPS di maksud.
“Mereka memobilisasi masyarakat datang untuk mempersoalkan salah satu TPS yang nyatanya tidak bermasalah. Berarti ada kepentingan untuk menciptakan instabilitas di negeri ini dan saya sayangkan itu.
Kalau mereka datang lalu kemudian tidak diberikan tumpangan yang memadai, berada diemper-emper toko, saya rasa ini cara yang paling buruk,” kecamnya saat menggelar konferensi pers di ruang kerjanya, Sabtu (17/2) siang.
Untuk itu, Bupati menghimbau kepada masyarakat untuk saatnya dapat mengakui siapa pun pemimpin yang terpilih sebagai bagian dari penggenapan akan firman Tuhan bahwa banyak yang dipanggil tetapi saatnya sedikit yang dipilih.
Dengan begitu, ia juga berharap agar hasil akhirnya nanti tidak perlu dipertentangkan lagi oleh masyarakat.
Selain itu, Bupati meminta agar stabilitas di daerah itu tidak boleh terganggu, karena yang menjadi korban adalah masyarakat.
“Kepada semua pimpinan SKPD, jangan anda memperkeruh situasi ini dengan membangun opini dan wacana yang tidak menolong ini tapi malah memperkeruh situasi ini,” tukasnya.
(dp-18)













