Pendidikan

GTM MTB Bentuk Forum Peduli Pendidikan di 16 Desa

41
×

GTM MTB Bentuk Forum Peduli Pendidikan di 16 Desa

Sebarkan artikel ini
GTM Foto bersama
Pengurus FPPD Kecamatan Nirunmas berfoto bersama GMT

Saumlaki, Dharapos.com
Gerakan Tanimbar Mengajar (GTM) bentukan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) akhirnya berhasil membentuk Forum Peduli Pendidikan Desa (FPPD) di 16 desa se MTB.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) GTM, Yongki Souisa saat ditemui diruang kerjanya Senin sore (6/3) menjelaskan bahwa sesuai dengan slogannya, “Bergerak bersama menuju Tanimbar Cerdas”, GTM melaksanakan FPPD di 16 desa penempatan penggerak Tanimbar, bersama dengan seluruh stakeholder terkait di MTB.

Kegiatan ini dilaksanakan secara bergantian di setiap desa semenjak November 2016 hingga awal Maret 2017 ini.

“Dimana forum ini bertujuan untuk mengetahui potensi yang sudah dicapai oleh desa, menggali impian dan harapan masyarakat desa, merumuskan langkah-langkah yang akan diambil, serta menumbuhkan kesadaran dengan menghimpun partisipasi dari masyarakat di bidang pendidikan,” terangnya.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat sadar bahwa masalah pendidikan tidak bisa diselesaikan
oleh satu pihak saja, melainkan semua pihak, dengan perannya dan turun tangan ambil bagian menyelesaikan masalah pendidikan di daerahnya masing-masing, hingga masyarakat tersebut bisa dikatakan peduli terhadap pendidikan.

GTMYongki menegaskan juga kegiatan ini merupakan wujud salah satu tugas penggerak Tanimbar, yaitu kolaborasi.

Forum ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri desa sasaran untuk dapat merumuskan arah pendidikan di daerahnya sehingga kemandirian di bidang pendidikan mampu tercipta.

“Selain kolaborasi, tugas penggerak Tanimbar adalah mengajar di sekolah penempatan, Advokasi terhadap stakeholder, membentuk komunitas peduli pendidikan dan melakukan publikasi terkait perubahan positif yang terjadi di desa,” urainya.

Lebih lanjut, jelas Yongki, bahwa GTM juga merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten MTB untuk melanjutkan dampak positif dari Indonesia Mengajar yang telah menyelesaikan masa tugasnya selama 5 tahun.

“Jadi Gerakan Tanimbar Mengajar merekrut, melatih, serta mengirimkan pemuda-pemudi terbaik bangsa dari seluruh Indonesia untuk ditempatkan di 16 desa, 8 kecamatan di pelosok Maluku Tenggara Barat dengan menjadi penggerak Tanimbar, penggerak masyarakat khususnya di bidang pendidikan,” tambahnya.

Disebutkan pula Desa-desa penempatan penggerak Tanimbar antara lain Kecamatan Selaru yakni Desa Lingat dan Desa Eliasa, Kecamatan Kormomolin (Desa Lorwembun dan Desa Meyano Bab), Kecamatan Nirunmas (Desa Tutukembong dan Desa Arma), dan di Kecamatan Tanimbar Utara yakni Desa Kelaan dan Desa Romean.

Kemudian, Desa Adodo Fordata di Kecamatan Yaru, Desa Wermatang dan Pulau Seira di Kecamatan Wermaktian, 3 desa di Kecamatan Wuarlabobar masing-masing Desa Abat, Desa Wunlah, dan Desa Karatat, serta 2 desa di kecamatan Molumaru yakni Desa Nurkat dan Desa Adodo Molo.

Untuk angkatan saat ini, penggerak Tanimbar telah melaksanakan 7 bulan dari satu tahun pengabdiannya sebelum digantikan oleh Penggerak Tanimbar angkatan berikutnya di bulan September nanti.


(dp-18)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *