![]() |
| Kepala BKPSDM Malra, Edoardus Ohoira |
Langgur, Dharapos.com
Pelaksanaan Tes Seleksi Pegawai Non PNS (honorer) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Tahun 2017 yang telah dilaksanakan, dalam waktu dekat akan segera diumumkan hasilnya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat, Edoardus Ohoira, merincikan tes seleksi dimaksud telah berlangsung 31 Juli – 5 Agustus lalu.
“Dan dari jumlah 2.642 orang yang harus mengikuti seleksi tersebut hingga hari terakhir pelaksanaan tes hanya 2.225 orang yang tercatat mengikuti tes, sedangkan 417 orang tidak mengikuti seleksi,” rincinya.
Peserta honorer yang telah di data berasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Malra yaitu total berjumlah 3.682 orang.
“Dari 3.682 orang ini maka sesuai dengan dokumen perencanaan kita ada pengecualian untuk mengikuti seleksi yaitu kurang lebih 1.040 orang yang terdiri dari mereka yang telah diangkat sebagai pegawai honorer sejak tahun 1999-2015,” urainya.
Kemudian, ditambah juga dengan tenaga cleaning service, sopir, petugas kebersihan kota yang ada di Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) yang sudah mengikuti bimtek dan memperoleh sertifikasi oleh pihak Polres Malra.
“Sedangkan jumlah honorer yang harus mengikuti seleksi, sebanyak 2.642,” sambungnya.
Namun, hingga akhir pelaksanaan tes seleksi, hanya 2.225 orang saja yang tercatat mengikuti tes, sedangkan 417 orang tidak mengikuti seleksi.
“417 orang yang tidak mengikuti seleksi itu sudah pasti kami gugurkan,” cetusnya.
Ohoira menambahkan, dari 2.225 orang yang resmi mengikuti seleksi terdiri atas sarjana Strata Dua (S2) sebanyak 5 orang, Strata Satu (S1) sebanyak 885 orang, Diploma Tiga (D3) sebanyak 300 orang, dan lulusan SMA sebanyak 1.035 orang.
Terkait hasil test dari masing-masing peserta, Ohoira menandaskan, dari 2.225 yang telah mengikuti seleksi ini masing-masing orang telah mengetahui jumlah nilai akhirnya, sehingga saat ini Panitia Seleksi (pansel) sementara melakukan perengkingan per jenjang pendidikan untuk masing-masing SKPD.
“Jadi sudah pasti setiap orang telah mencatat nilainya saat test itu, sehingga menunggu saja Pansel mengolah data untuk menetapkan perengkingan sesuai kebutuhan per jenjang pendidikannya,” bebernya.
Dijelaskan Ohoira, pihaknya sementara menunggu kehadiran Bupati untuk melaporkan hasil tes seleksi ini dan menetapkan lebih lanjut, kemudian setelah itu pihaknya akan umumkan secara resmi.
“Sudah pasti bahwa hasil akhir itu tidak akan dirubah atau diintervensi, karena itu sudah secara terbuka dicatat oleh masing-masing peserta, pihak kepolisian juga sudah mendokumentasikan, masyarakat umum juga sudah mendokumentasikan, jadi peserta tidak perlu ragu dan cemas, karena hasil yang sudah diperoleh dan dicatat oleh masing-masing orang,” tandasnya.
Ohoira menegaskan, terkait hasil tes tersebut pihaknya hanya mengurutkan menurut rangkingnya saja, misalnya SKPD A kebutuhannya 10 orang sedangkan yang ikut tes sebanyak 15 orang.
“Sudah pasti 5 orang dinyatakan gugur dan 10 orang yang akan diangkat per jenjang pendidikan sesuai kebutuhan SKPD dimaksud. Hasilnya dipercayakan kepada Pansel karena kami tetap transparan dan tidak akan ada yang intervensi karena hasil tes ini sudah sesuai dengan sistem dan metode yang sudah ada,” tegasnya.
(rr-dp)













