Daerah

Lantik 2 PPTP, Bupati Malra Ingatkan OPD Rutin Evaluasi Kinerja

58
×

Lantik 2 PPTP, Bupati Malra Ingatkan OPD Rutin Evaluasi Kinerja

Sebarkan artikel ini
Bupati Hanubun Lantik 2 PPTP web
Bupati M. Thaher Hanubun saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah janji dua PPTP Lingkup Pemkab Malra Tahun 2020 di aula kantor Bupati setempat, Senin (22/6/2020)

Langgur, Dharapos.com – Bupati M. Thaher Hanubun mengingatkan evaluasi kinerja rutin harus dilakukan setiap perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

Hal itu disampaikannya saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah janji Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemkab Malra Tahun 2020 di aula kantor Bupati setempat, Senin (22/6/2020).

“Evaluasi terhadap kinerja setiap perangkat daerah sangat perlu dan harus terus dilakukan. Karena bilamana tidak serius dan tak berkinerja maka, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan rotasi mapun mutasi,” pesannya.

Dua kepala OPD yang dilantik tersebut yakni Daniel Lucas Kusapy, SIP, M. Si sebagai Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD), dan Agustinus Ohoira, S.Sos selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Daerah.

Bupati menyampaikan bahwa pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama setara Jabatan Struktural Eselon II b adalah hal yang biasa dalam sistem manajemen ASN.

Sekaligus juga sebagai implementasi dari Perda 04 Tahun 2019 sebagaimana telah diubah dengan Perda 01 Tahun 2020 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Maluku Tenggara.                         

Bupati memastikan pula dua kepala OPD yang dilantik saat ini telah melalui tahapan seleksi terbuka yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, dan telah mendapat persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada kedua pimpinan OPD yang baru dilantik. Saya berharap semoga kesuksesan dan amanah yang dipercayakan dapat dilaksanakan dengan baik,” ucapnya.

Bupati pada kesempatan itu menyampaikan beberapa hal pokok.

“Menghadapi wabah Covid-19 yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia, saya ingin mengingatkan kita selaku pejabat publik untuk terus meningkatkan kepedulian terutama pada lingkungan keluarga dan masyarakat,” imbaunya.

Hal yang paling sederhana dari rasa “Kepedulian” itu adalah dengan rasa empati, dengan tidak melakukan aktivitas yang terlalu berlebihan.

“Memang hal itu adalah privacy seseorang, namun sebagai pejabat publik kita harus lebih bijak terhadap kondisi yang dihadapi oleh masyarakat kita,” harapnya.

Perkembangan lain yang perlu disampaikan adalah Wali Gereja dan MUI saat ini sedang mencari format tentang pelaksanaan Ibadah dengan protokol Kesehatan.

Selanjutnya, Kepala Perangkat Daerah agar senantiasa fokus pada pelaksanaan program dan kegiatan sebagaimana termuat dalam RPJMD 2018-2023 terlebih khusus pada pencapaian Program Prioritas 11 M.

“Saya berharap target-target dapat dilihat dan direview kembali, mengingat relokasi dan refocusing anggaran menghadapi dampak wabah Covid-19,” lanjut Bupati.

Diakuinya, tantangan kedepan semakin berat, dimana target penurunan angka kemiskinan dan target pembangunan lainnya membutuhkan kerja keras seluruh komponen untuk merealisasikan itu.

“Saya menginginkan ASN, terutama yang dipercayakan memangku jabatan Eselon II harus inovatif dan tidak terpaku pada pekerjaan yang monoton atau rutinitas semata tetapi mampu menterjemahkan setiap kebijakan itu dalam kerangka operasional kerja,” tekannya.

Bupati juga secara khusus meminta Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah, agar sesegera mungkin mengoptimalkan koordinasi dengan Pemerintah Pusat sehingga program-program pada lokasi priroitas Pemda dapat berjalan dengan baik.                       

Kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Bupati meminta untuk lebih fokus pada upaya mendorong kewirausahaan Pemuda dan Pembinaan Olahraga.

“Karena kita sesungguhnya memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan saat ini dan dimasa akan datang,” cetusnya.           

Bupati mengakui pula, keputusan yang diambil pasti menimbulkan kepuasan maupun ketidakpuasan bagi para pejabat.

“Tetapi harus dilakukan untuk mengingatkan kita bahwa komitmen dan kinerja menjadi tolak ukur 
untuk memberikan apresiasi dan penilaian terhadap capaian kinerja,” cetusnya

Bupati pun berharap kepada pimpinan OPD yang telah dilantik  agar dapat bekerja lebih baik lagi.

“Janganlah dalam pelaksanaan tugas selalu ada prinsip kalo ada perintah baru mau bekerja dan kalau ada uаng baru mau bekerja. Prinsip ini sudah lama ditinggalkan dan perkembangan masyarakat saat ini menginginkan aparatur birokrasi harus lebih kreatif dan inovatif,” pungkasnya.             

Turut hadir dalam pelantikan Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, pimpinan OPD serta tamu undangan lainnya.


(dp-52)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *