| Ritual adat pencegahan sakit penyakit Covid-19 yang masuk di ohoi Ohoiren |
Langgur, Dharapos.com – Ohoi Ohoiren pada Senin (23/3/2020) lalu telah menggelar ritual adat dalam upaya memerangi virus Corona yang saat ini mewabah di Indonesia dan dunia.
Ritual yang berlangsung di Pusat Woma El Elken Ohoiren ini guna mendukung Pemerintah daerah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) lebih khusus di ohoi setempat.
“Kami laksanakan ritual adat di pusat woma seterusnya untuk empat penjuru mata angin di ohoi guna mencegah Covid-19 di Maluku tenggara khusus di ohoi kami,” demikian disampaikan Kepala Ohoi Ohoiren Apolinaris Janwarin, SIP kepada awak media pada saat kunjungan Bupati M. Thaher Hanubun dan tim Satgas Covid-19 ke Ohoi Ohoiren, Sabtu (4/4/2020).
Dijelaskan, tujuan dilaksanakanya adat Taflur Nit, Nahov Kavunin yang artinya menghargai leluhur yang mati dan yang sudah hilang supaya mereka menjaga dan membuang semua sakit-penyakit yang datang di Malra.
Janwarin merincikan dalam ritual itu, masyarakat mempersembahkan siri pinang, uang gobang, emas adat dan sesajian berupa makanan yang dimasak pada lima kamdada dari anyaman janur yang diperuntukan untuk Covid-19 yang saat ini sedang mewabah di dunia salah satunya di Indonesia dan yang lebih khusus di Malra.
“Sesajen itu ditujukan kepada orang yang sudah meninggal dan yang hilang di ohoi kami,” rincinya.
Janwarin menguraikan pula, ibaratnya hukuman itu berwujud setan iblis maka dibuat sesaji agar jangan lagi sakit penyakit itu masuk dalam ohoi untuk menyerang masyarakat di ohoi Ohoiren maupun keluarga di tanah rantau baik yang sedang kuliah maupun perantau.
“Kami juga melakukan pembersihan di ohoi dalam lingkup masing-masing lingkungan sehingga masyarakat bisa berperilaku dan terbiasa hidup sehat dan teratur,” sambungnya.
Janwarin mengaku dirinya juga bersama Tim Penggerak PKK Ohoiren membagikan perlengkapan kesehatan berupa galon kran, sabun anti bakteri, dan tisu kepada warga masyarakat setempat.
“Kami mengikuti imbauan Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, maka kami adakan perlengkapan itu sehingga masyarakat berperilaku hidup sehat dalam kehidupanya sehari-hari,” akuinya.
Pihaknya juga menyediakan tempat karantina mandiri di ohoi untuk dua mahasiswa asal Ohoiren selaku pelaku perjalanan serta sosialisasi kepada masyarakat terkait penanganan dan pencegahan covid-19 Ohoiren.
“Kami atas pribadi dan atas nama dua anak mahasiswa serta masyarakat ohoi menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Pemerintah daerah dalam hal ini Bupati M.Thaher Hanubun dan Tim Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19 serta seluruh rombongan atas kunjungan dan bantuan kepada pelaku perjalanan di Ohoi kami Ohoiren,” ucapnya.
Untuk diketahui, dalam seluruh kegiatan pihaknya melibatkan masyarakat ohoi, tim PKK, TNI dan Polri, Dewan gereja serta aparat ohoi yang ada di Ohoiren maupun kecamatan.
(dp-52)












