 |
| Bupati Petrus Fatlolon didampingi Plt Dirut PDAM MTB Evergard Lamerkabel dan Kepala UPP Saumlaki, Ny. Ferra Alfaris sesaat sebelum membuka kran air sebagai tanda pengoperasian pengisian air di kapal |
Saumlaki, Dharapos.com
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) kembali mengoperasikan pelayanan air bersih kepada seluruh kapal yang menyinggahi pelabuhan laut Saumlaki.
Hal itu ditandai dengan difungsikannya kembali bak penampungan air yang berlokasi di dermaga Saumlaki dengan berkapasitas 200 ton liter air.
Pengoperasian tersebut ditandai dengan pembukaan kran air oleh Bupati MTB, Petrus Fatlolon di lokasi pelabuhan Saumlaki, Rabu (30/8).
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM MTB, Evergard Lamerkabel mengatakan langkah tersebut sebagai tindaklanjut dari instruksi Bupati untuk pihaknya pada beberapa hari kemarin agar segera mengaktifkan kembali pelayanan air bersih di sejumlah fasilitas umum guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Seperti di Pelabuhan Saumlaki, dermaga kapal ferry Saumlaki, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ukur Laran, dan pelabuhan laut di kota Larat kecamatan Tanimbar Utara.
“Pelayanan air di beberapa kapal ini juga merupakan salah satu indikator dalam mendukung pelabuhan Saumlaki sebagai pelabuhan kelas dua menuju kelas yang lebih tinggi,” sambungnya.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Saumlaki, Ny. Ferra Alfaris di kesempatan yang sama menjelaskan bahwa air bersih yang disediakan oleh PDAM, dibeli oleh pihaknya dengan harga yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah..
Dan kemudian pelayanan pengisian di kapal yang membutuhkan akan dilayani oleh pihaknya.
Bupati Fatlolon dalam sambutannya menghimbau kepada pihak PDAM dan Kantor UPP Saumlaki untuk menjaga dan meningkatkan pelayanan tersebut kepada masyarakat baik dari sisi volume maupun kualitas air.
“Pemerintah Daerah akan terus memberikan dorongan dan dukungan penuh terhadap pengoperasian seluruh kegiatan BUMD termasuk PDAM, lebih khusus kepada masyarakat dan obyek vital negara. PDAM harus mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat, lebih khusus fasilitas-fasilitas umum yang ada,” tegasnya.
Bupati memastikan di tahun 2018 mendatang, Pemkab MTB tidak akan mengalokasikan lagi dana penyertaan modal bagi PDAM.
Untuk itu, PDAM dituntut mandiri dan harus mampu memberikan kontribusi bagi daerah melalui PAD.
Pengoperasian pelayanan di pelabuhan Saumlaki itu ditandai dengan pengisian air di KM. Nusatual, salah satu kapal milik TNI AL Pangkalan Saumlaki.
(dp-18)