Daerah

Pemda Soroti Tingginya Biaya Transportasi Jelang FPMK 2017

82
×

Pemda Soroti Tingginya Biaya Transportasi Jelang FPMK 2017

Sebarkan artikel ini
Bandara Ibra
Aktivitas penerbangan di Bandara Ibra, Kabupaten Maluku Tenggara

Langgur, Dharapos.com  
Bulan Oktober 2017 mendatang, Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara kembali menggelar event pariwisata dan budaya, Festival Pesona Meti Kei (FPMK).

Dijadwalkan, pelaksanaan kegiatan tersebut akan dimulai 5 Oktober dan akan berlangsung hingga
puncak acara pada 22 Oktober mendatang.

Bahkan, direncanakan  Presiden RI Joko Widodo akan hadir pada event yang digelar untuk kedua kalinya ini.

Rangkaian kegiatan  Festival Pesona Meti Kei ini akan diawali dengan Bali – Kei Run, Kei Musik Festival serta kegiatan Pariwisata lainnya sepanjang Oktober 2017.

Meski demikian, di lain sisi, tingginya biaya transportasi khususnya pesawat udara ke Malra diakui masih menjadi persoalan yang perlu dicari jalan keluar.

Bupati Ir. Anderias Rentanubun sendiri hingga saat ini terus menyoroti hal itu.

”Perlu saya tegaskan disini bahwa yang sering menjadi penghambat pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan Kepulauan Kei adalah faktor biaya transportasi yang cukup tinggi,” akuinya.

Padahal landas pacu Bandar Udara Karel Sadsuitubun, Langgur telah diuji coba dengan keberhasilan pendaratan Boeing 737 Seri 200.

Karena itu, dengan keberhasilan pendaratan tersebut diharapkan dapat mendorong Owner maskapai penerbangan komersil untuk membuka rute dengan menggunakan pesawat berbadan besar jenis
Boeing dengan membuka sejumlah rute baru.

Seperti, penerbangan langsung dari Surabaya – Langgur,  Makassar – Langgur bahkan Bali – Langgur sehingga membuka peluang lebih besar bagi Kepulauan Kei untuk bisa dikunjungi wisatawan.

Bupati juga sangat mengharapkan adanya bantuan dari Pemerintah pusat dalam menyelesaikan permasalahan transportasi biaya tinggi ini.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dan kerja sama Pemerintah, baik Kementerian Kordinator Kemaritiman maupun Kementerian Pariwisata khususnya  di sektor pendanaan maupun promosi dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan dimaksud, juga Kementrian Perhubungan,” harapnya.

Diakuinya, sektor pariwisata lebih khusus wisata bahari di daerah ini sudah dikembangkan sejak lama oleh Pemda Kabupaten Malra dengan berbagai upaya untuk mempersiapkan diri dalam berkompetensi.

Begitu pula persiapan infrastruktur  telah dilakukan dan saat ini telah siap untuk dijadikan sebagai salah satu destinasi andalan sektor wisata bahari di Indonesia.

“Meskipun banyak juga kekurangan yang harus kami benahi agar sektor ini semakin diminati,” urainya.

Pelaksanaan FPMK dan peringatan 74 tahun peristiwa penembakan Monsenyur Johanes Arts MSC dan kawan-kawan pada 2016 yang lalu, telah memberikan dampak yang luar biasa sehingga Kepulauan Kei semakin dikenal, baik wisata bahari, kuliner, budaya maupun wisata Religi.

Ditambahkan pula, Kabupaten Malra memiliki lebih dari 60 spot wisata yang dapat dikembangkan dan menjadi andalan untuk dijual di pasar wisata Indonesia.

Olehnya itu, Bupati kembali berharap Kepulauan Kei dapat dimasukan dalam Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata RI selain 10 destinasi yang sudah ada.

“Karena Kepulauan Kei dan segala isinya adalah juga Indonesia sehingga kami juga memiliki hak yang sama untuk diperhatikan oleh Pemerintah Pusat,” tukasnya.


(dp-20)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *