Politik dan Pemerintahan

Perumdam Tirta Yapono Siapkan Jaringan Air, Respons Warga Masih Rendah

6
×

Perumdam Tirta Yapono Siapkan Jaringan Air, Respons Warga Masih Rendah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260310 080308 579

Ambon, Dharapos.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Yapono Kota Ambon terus berupaya mendukung program prioritas Pemerintah Kota Ambon dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat. Namun di sejumlah wilayah, respons warga untuk memasang sambungan air bersih setelah jaringan dibangun masih tergolong rendah.

Plt. Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, mengatakan pengalaman di lapangan menunjukkan adanya perbedaan antara aspirasi yang disampaikan masyarakat saat kunjungan Wali Kota dengan realisasi pendaftaran sambungan rumah setelah jaringan tersedia.

“Kita belajar dari pengalaman. Saat kunjungan Wali Kota ke masyarakat, banyak warga menyampaikan kebutuhan utama mereka adalah air bersih. Karena itu Perumdam selalu siap kapan saja menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Saimima, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, penyediaan air bersih merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Ambon. Karena itu, Perumdam bergerak cepat menyiapkan jaringan di sejumlah titik yang sebelumnya diusulkan masyarakat.

Namun dalam pelaksanaannya, minat warga untuk mendaftar sebagai pelanggan belum sesuai dengan harapan.

Saimima mencontohkan kondisi di kawasan Ponegoro. Di wilayah tersebut Perumdam telah menggelontorkan investasi hampir Rp60 juta untuk pembangunan jaringan air bersih. Namun hingga kini belum ada warga yang benar-benar melakukan pembayaran sambungan rumah.

“Awalnya ada lima warga yang mendaftar, tetapi satu orang sudah menarik diri sehingga tersisa empat. Sampai sekarang belum ada yang melakukan pembayaran sambungan rumah, padahal jaringan sudah kami siapkan,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa Perumdam tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Namun tanpa adanya pemasukan dari pelanggan, pelayanan air bersih juga akan menghadapi kendala dalam operasional.

“Walaupun kita tidak fokus pada pendapatan, tetapi kalau tanpa pendapatan tentu kita juga akan mengalami masalah. Jaringan sudah tersedia, artinya pelayanan kepada masyarakat tidak perlu diragukan lagi. Tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan fasilitas yang sudah kita bangun karena itu juga berdasarkan permintaan mereka,” tegasnya.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Benteng Atas, tepatnya di wilayah Oikumene. Saat kunjungan Wali Kota Ambon ke kawasan tersebut, warga menyampaikan dua kebutuhan utama, yakni air bersih dan perbaikan jalan.

Menindaklanjuti permintaan itu, Perumdam bergerak cepat dengan menghadirkan jaringan air bersih hanya dua minggu setelah kunjungan dilakukan.

“Jaringannya sudah sampai di depan rumah warga, tetapi sampai hari ini baru enam orang yang mendaftar dan melakukan pembayaran. Minggu depan kami akan mulai pemasangan untuk enam pelanggan tersebut,” ungkapnya.

Untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang, Perumdam Tirta Yapono akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah di tingkat bawah, terutama melalui ketua RT, agar data kebutuhan masyarakat lebih akurat sebelum pembangunan jaringan dilakukan.

“Kedepan kami membutuhkan respon yang lebih jelas dari masyarakat melalui RT. Warga yang ingin mendaftar harus melalui RT, kemudian staf Perumdam akan turun melakukan verifikasi di lapangan,” kata Saimima.

Ia menambahkan, apabila aspirasi masyarakat disampaikan langsung saat kunjungan Wali Kota di lapangan, Perumdam tetap akan menindaklanjuti, namun tetap menunggu konfirmasi resmi dari RT setempat sebelum pembangunan jaringan dilakukan.

(dp-53) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *