Jayapura, Dharapos.com
Pemerintah menetapkan kebijakan Ujian Nasional (UN) tidak lagi digunakan untuk penentu kelulusan, melainkan hanya pemetaan kemampuan siswa, dimana siswa minimal harus mengikuti satu kali UN dan bisa mengulang jika mendapatkan nilai di bawah standarisasi.
![]() |
| I Wayan Mudiyasa,S.Pd.MM.Pd |
“Ujian Nasional di tahun 2015 mengalami beberapa perbaikan, yang gunanya untuk peningkatan mutu soal artinya yang mendorong soal yang konseptual, dengan memperhitungkan budaya, sosiologi antropologi dan lingkungan yang disertai dengan survei dan kuesioner untuk mengidentifikasi faktor pengaruh terhadap capaian,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa,S.Pd.MM.Pd kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (12/2).
Dikatakan juga, UN 2015 akan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) agar lebih fleksibel dan handal.
Selain itu surat keterangan UN itu lebih lengkap dengan levelling, artinya hasil ujian Nasional itu masul level mana atau yang dikenal dengan deskripsi hasil ujian untuk menggambarkan capaian kompetensi siswa.
“UN sistim CBT digunakan tahun ini agar bagaimana siswa mengerjakan soal lewat Internet dengan cara Offline atau yang dikenal juga dengan Tree In One atau tiga (3) Komputer untuk satu siswa, guna mengefisiensikan artinya siswa dapat melihat hasil tes pada saat itu juga,” jelasnya.
Untuk kota Jayapura baru 3 sekolah yang terdata mengikuti UN sistim CBT masing-masing SMK Negeri 1, SMK Negeri 5, serta SMA Negeri 3 Jayapura. Ketiga sekolah tersebut telah terdaftar di Kementrian Pendidikan dan kebudayaan RI.
“Juga ada beberapa SMK dan SMA di kota Jayapura yang sudah siap akan tetapi sarana dan prasarana yang menjadi faktor sehingga belum dapat terlaksana. Dalam pengertian kalau jumlah siswa 300 maka ketersediaan komputer pada sekolah minimal 100 unit,sehingga satu komputer dapat digunakan oleh 3 siswa,” tambah Kadis.
Sedangkan yang diusulkan untuk mengikuti ujian online sistem CBT di tahun 2015 dan yang datanya sudah masuk di Kemendikbud RI hanya baru 3 sekolah.
Pasalnya, jumlah peserta ujian tidak terlalu banyak, artinya jumlah komputer seimbang dengan jumlah siswa.
Lebih lanjut, jelas Kadis, UN yang berkualitas adalah bagaimana soal ujian yang baik, bagaimana pelaksanaan yang jujur dan kredibel, bagaimana pemanfaatan hasil untuk peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan, serta tepat mutu dan tepat waktu, tepat jumlah dan tetap sasaran.
“Banyak perubahan yang terjadi pada UN terutama perbaikan di sistem CBT,” sambungnya.
Ujian tahun pelajaran 2014-2015 itu hanya sebagai pilot in dari Sabang sampai Merauke, bahkan salah satu SMP di kabupaten Merauke juga masuk dalam Pilot in sistem CBT tahun 2015.
Sedangkan di tahun 2016 diharapkan lebih luas lagi pelaksanaan CBT dan tidak menutup kemungkinan di tahun 2017 semua sekolah sudah ,melaksanakan ujian berbasis CBT.
“Disdik Kota Jayapura rencananya akan melakukan sosialisasi pada 17 Februari mendatang, dan akan dilakukan door to door guna melakukan sosialisasi kepada seluruh kepala sekolah dari SD sampai SMA dan SMK se-kota Jayapura,” tutup Kadis.
(Harlet)





