Ambon, Dharapos.com – Pihak pengelola restoran Mie Gacoan yang berlokasi di kawasan Belakang Soya akan menindaklanjuti kerusakan pipa milik Perumdam Tirta Yapono yang terdampak aktivitas pembangunan restoran tersebut.
Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, berdasarkan hasil rapat bersama pihak pengelola yang berlangsung pada Selasa (26/5/2026) lalu.
Sebelumnya diberitakan, pekerjaan penggalian di lokasi pembangunan restoran Mie Gacoan mengakibatkan kebocoran pada pipa distribusi air milik Perumdam Tirta Yapono. Kebocoran tersebut menyebabkan genangan air yang turut berdampak pada bangunan Sarinah Jaya Mebel yang berada di samping lokasi proyek.
Menurut Saimima, dalam pertemuan tersebut telah disepakati bahwa proses pemindahan jaringan pipa yang berada di area pembangunan restoran akan segera dilakukan dan seluruh biaya serta penanganannya menjadi tanggung jawab pihak pengembang restoran.
“Untuk kegiatan pembangunan restoran Mie Gacoan di Belakang Soya yang mengalami masalah beberapa waktu lalu, sudah ada tindak lanjut melalui pertemuan dengan pihak pengelola. Dalam rapat itu disepakati bahwa pemindahan pipa di area pembangunan akan dilakukan dalam waktu dekat dan seluruh penanganannya menjadi tanggung jawab pihak yang membangun restoran tersebut,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, langkah yang dilakukan Perumdam Tirta Yapono saat ini masih bersifat darurat guna memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan.
“Kami berharap pekerjaan itu segera dilakukan. Yang kami siapkan saat ini masih sebatas penanganan darurat agar pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan,” katanya.
Lebih lanjut, Saimima mengatakan bahwa berdasarkan komitmen bersama yang telah dibangun dalam rapat tersebut, Perumdam Tirta Yapono akan membangun kembali jaringan pipa permanen yang berada di sekitar bangunan restoran maupun area toko mebel yang terdampak.
“Melalui komitmen bersama itu, kami akan membangun jaringan permanen yang keluar dari area bangunan restoran dan juga dari bangunan toko mebel tersebut. Dengan demikian, diharapkan ke depan tidak lagi terjadi masalah serupa,” tandasnya.
(dp-53)













