Ambon, Dharapos.com – Perumdam Tirta Yapono merespons cepat keluhan warga terkait distribusi air bersih di kawasan Batu Gajah dalam beberapa hari terakhir.
Kendala yang terjadi disebabkan oleh pasokan air yang belum maksimal sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. Menyikapi hal tersebut, Perumdam Tirta Yapono melakukan inovasi pada sumber air di Batu Gajah dengan menambah kedalaman sumur dari semula 42 meter menjadi 54 meter.
Plt. Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, menjelaskan bahwa penambahan kedalaman sumur berdampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas suplai air.

“Dari penambahan kedalaman ini, proses pengisian bak penampung berkapasitas 750 meter kubik kini bisa diselesaikan dalam waktu 10 jam. Sebelumnya, butuh hingga 20 jam dan itu pun belum terisi penuh,” ungkapnya, Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan, setelah dilakukan distribusi, laporan dari petugas di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat kini sudah bisa menikmati air bersih dengan lebih baik.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Perumdam Tirta Yapono dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat.
“Tujuan kami bukan hanya sekadar menyalurkan air, tetapi memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi,” tegasnya.
Perumdam Tirta Yapono juga memastikan akan terus bergerak melakukan pembenahan di wilayah lain yang masih menjadi sasaran distribusi air bersih. Hal ini sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kota Ambon di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang menargetkan seluruh masyarakat dapat menikmati akses air bersih pada tahun 2030.
“Ini bukan semata karena program prioritas, tetapi karena air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi perhatian serius. Karena itu, kami terus berkolaborasi dengan Dinas PUPR Kota Ambon dalam menyiapkan jaringan dan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan air bersih ke depan,” tutupnya.
(dp-53)













