Ambon, Dharapos.com – Gemuruh mesin, dentuman sound system, hingga kilauan kendaraan modifikasi menutup dengan spektakuler gelaran Ascart Modified Expo (AMX) 2026 di Taman Budaya Karang Panjang, Minggu (17/5/2026).
Selama dua hari pelaksanaan, event otomotif terbesar di Kota Ambon itu sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung dan komunitas otomotif dari berbagai daerah. Atmosfer penuh kreativitas dan semangat anak muda menjadikan AMX 2026 bukan sekadar ajang pamer kendaraan, tetapi simbol bangkitnya industri otomotif kreatif di Maluku.
Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrick Moenandar, yang juga menjadi penggagas kegiatan tersebut, menyebut AMX tahun ini hadir dengan konsep yang jauh lebih besar dibanding penyelenggaraan perdana tahun lalu yang masih bernama Ascart Autofest.
“Kalau tahun lalu kita buat Ascart Autofest, tahun ini konsepnya lebih besar dan lebih lengkap. Ini bukan hanya event otomotif, tetapi ruang berkumpul bagi seluruh komunitas untuk saling terhubung, menunjukkan kreativitas, dan membangun dunia otomotif Maluku,” ujar Patrick usai penutupan kegiatan.

Tak hanya menghadirkan kontes modifikasi mobil dan motor, AMX 2026 juga dipadati beragam kompetisi dan hiburan seperti balap Tamiya, lomba sound pressure level (SPL), lomba fotografi, kompetisi trails, live music, penampilan artis, hingga bazar UMKM yang ramai diserbu pengunjung.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah hadirnya peserta dari luar Provinsi Maluku. Bahkan, seorang peserta asal Papua rela membawa perangkat sound system lengkap demi tampil dalam kompetisi SPL di Ambon.
“Ada peserta dari Papua datang khusus untuk lomba sound system. Semua alat dibawa dari sana lalu dipasang di kendaraan keluarganya di Ambon. Ini membuktikan AMX sudah mulai dikenal di luar Maluku,” ungkap Patrick bangga.
Tidak hanya menjadi panggung kreativitas otomotif, kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Sedikitnya 20 pelaku UMKM lokal dilibatkan dalam bazar yang digelar sepanjang acara berlangsung.
Patrick menegaskan, tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi mendorong Ambon tumbuh sebagai kota kreatif dengan ekosistem otomotif yang berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kita ingin otomotif di Ambon terus maju. Harapannya, event seperti ini bisa menjadi agenda besar tahunan yang dinanti masyarakat dan komunitas otomotif,” katanya.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia menghadirkan juri profesional dari luar daerah, masing-masing dari Makassar untuk kategori mobil, Surabaya untuk kategori motor, dan Manado untuk kategori sound system.
“Penilaian dilakukan profesional sesuai standar nasional. Tidak ada titipan juara, semua murni berdasarkan kualitas peserta,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan total 152 piala, terdiri dari 150 piala kategori dan dua piala juara umum, lengkap dengan hadiah jutaan rupiah. Seluruh peserta juga mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai bentuk penghormatan atas partisipasi mereka.
Patrick berharap para juara yang lahir dari AMX 2026 tidak cepat puas, tetapi terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan mereka agar dapat membawa nama Ambon dan Maluku ke level yang lebih tinggi dalam dunia otomotif nasional.
“Kami berharap teman-teman yang berhasil menjadi juara bisa terus berkembang, ikut event di luar daerah, bahkan membawa nama Ambon di tingkat nasional. Ini menjadi awal untuk menunjukkan bahwa anak-anak Maluku juga punya kualitas dan kreativitas yang luar biasa,” ujarnya.
Ia juga berharap AMX ke depan dapat berkembang menjadi event otomotif terbesar di kawasan timur Indonesia dengan cakupan peserta yang semakin luas dan dukungan yang lebih besar dari berbagai pihak.
“Ke depan kita ingin event ini lebih besar lagi, lebih profesional, dan bisa menghadirkan peserta dari banyak daerah di Indonesia. Ambon jangan hanya dikenal sebagai kota musik dan wisata, tetapi juga sebagai kota kreatif dan pusat perkembangan otomotif di Indonesia Timur,” tutup Patrick.
AMX 2026 mendapat dukungan dari berbagai sponsor seperti PLN, Yamaha, Hyundai, serta dukungan Piala Johan Lewerissa. Penutupan event ini pun menjadi penanda bahwa Ambon perlahan mulai menunjukkan diri sebagai salah satu pusat kreativitas otomotif di kawasan timur Indonesia.
(dp-53)













